Sejak perang dengan Iran dimulai pada akhir Februari, pemerintah AS telah memasok sekitar 58 juta barel dari cadangan ke pasar. Itu setara dengan 14 persen dari total persediaan.
Cadangan Minyak Strategis dianggap sebagai jaring pengaman terakhir, yang digunakan untuk menstabilkan pasar ketika pasokan minyak mentah terganggu atau selama krisis energi.
Sebelumnya, pemerintahan mantan Preaiden Joe Biden juga melepaskan sejumlah besar minyak SPR pada 2022 ketika harga minyak internasional melonjak setelah invasi Rusia ke Ukraina. Pada saat itu, persediaan turun ke level terendah sejak 1980-an. (Wahyu Dwi Anggoro)