sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Calon Kepala Eksekutif Bursa Mineral Sarjito Soroti Turunnya Kontribusi Sektor Pertambangan

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
24/08/2026 16:46 WIB
Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 12,22 persen pada 2022.
Calon Kepala Eksekutif Bursa Mineral Sarjito Soroti Turunnya Kontribusi Sektor Pertambangan. Foto: Youtube TV Parlemen.
Calon Kepala Eksekutif Bursa Mineral Sarjito Soroti Turunnya Kontribusi Sektor Pertambangan. Foto: Youtube TV Parlemen.

Indonesia juga memiliki posisi penting dalam produksi timah dengan kontribusi sekitar 21 persen terhadap produksi global. Sementara pada komoditas kobalt, kontribusi Indonesia mencapai sekitar 14 persen, meski masih berada jauh dibawah Republik Demokratik Kongo yang mendominasi dengan 73 persen.

Untuk batu bara, Indonesia menyumbang sekitar 12 persen terhadap produksi global, sedangkan China menjadi produsen terbesar dengan kontribusi 52 persen. Di sektor minyak sawit, Indonesia bahkan menjadi produsen terbesar dunia dengan kontribusi sekitar 57 persen, diikuti Malaysia 25 persen, dan Thailand 5 persen.

"Bagaimana mungkin kita sebagai produsen atau penghasil nikel, tetapi harganya tidak ditentukan oleh negara kita sendiri, ada yang di London Metal Exchange, Shanghai, atau Singapura," ujarnya.

Selain persoalan harga, industri mineral dan komoditas strategis juga menghadapi tantangan integritas perdagangan. Risiko under-invoicing, transfer pricing, hingga pelarian devisa dinilai dapat mengurangi nilai ekonomi yang seharusnya dinikmati perekonomian nasional.

Persoalan lainnya adalah data perdagangan yang masih tersebar di berbagai institusi dan belum terintegrasi secara optimal. Kondisi ini berpotensi menyulitkan pengawasan serta pemantauan terhadap aktivitas perdagangan komoditas strategis.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement