Secara kumulatif, impor Indonesia pada Januari-November 2025 mencapai USD218,02 miliar atau tumbuh 2,03 persen (CtC).
"Peningkatan ini disebabkan oleh impor nonmigas yang naik 4,37 persen menjadi USD188,61 miliar dibanding Januari-November 2024 yang sebesar USD180,71 miliar," kata Budi.
Dia menambahkan, pada Januari-November 2024, impor barang modal 18,54 persen, sementara impor barang konsumsi 2,02 persen, dan bahan baku atau penolong turun 1,46 persen.
"Kenaikan impor barang modal yang mencapai 18,54 persen turut disebabkan naiknya impor central processing unit (CPU), ponsel pintar, mobil listrik (selain completely knocked down/CKD), dan base station," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)