AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1370
ACES
1275
ACST
196
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1435
AGRO
1335
AGRO-R
0
AGRS
162
AHAP
69
AIMS
364
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
795
ALDO
1365
ALKA
312
ALMI
290
ALTO
250
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.61
0.96%
+4.84
IHSG
6686.71
0.9%
+59.84
LQ45
952.39
0.96%
+9.04
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Cari Tambahan Biaya Proyek Ibu Kota Baru, Kemenkeu Akan Optimalkan Aset di Jakarta

ECONOMICS
Athika Rahma
Minggu, 28 November 2021 21:27 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengoptimalkan penggunaan aset milik negara untuk mencari tambahan biaya pendanaan proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru.
Cari Tambahan Biaya Proyek Ibu Kota Baru, Kemenkeu Akan Optimalkan Aset di Jakarta. (Foto: MNC Media)
Cari Tambahan Biaya Proyek Ibu Kota Baru, Kemenkeu Akan Optimalkan Aset di Jakarta. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengoptimalkan penggunaan aset milik negara untuk mencari tambahan biaya pendanaan proyek Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN Kemenkeu, Encep Sudarwan, mengatakan, per tahun 2020, aset pemerintah di DKI Jakarta berupa tanah dan bangunan mencapai nilai Rp 1.000 triliun. 

"Kami akan optimalkan supaya bisa mendapat dana untuk pembangunan ibu kota baru," ujar Cecep, ditulis Minggu (28/11/2021). 

Lebih lanjut, aset-aset tersebut nantinya tidak harus dijual, namun bisa disewakan. Dananya akan digunakan untuk membangun IKN. Pihaknya kini tengah memilah aset mana saja yang bisa mendukung proyek tersebut. 

Namun, Cecep mengaku pihaknya tidak akan terburu-buru dalam mencairkan aset ini. Dirinya tak ingin mengganggu mekanisme pasar. 

"Tapi kami tidak akan terburu-buru, kami akan mengatur dahulu. Nanti harganya rendah," ujarnya. 

Adapun, Encep menjelaskan, total aset negara tercatat mencapai Rp11.098,67 triliun pada 2020. Sebanyak Rp6.595,77 triliun di antaranya berupa barang milik negara (BMN) seperti tanah, gedung, dan sebagainya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD