AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Catat Rekor Tertinggi, Ekspor RI 2021 Tembus USD 231,5 Miliar

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Selasa, 18 Januari 2022 17:25 WIB
Kinerja ekspor 2021 mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Catat Rekor Tertinggi, Ekspor RI 2021 Tembus USD 231,5 Miliar (Dok.MNC Media)
Catat Rekor Tertinggi, Ekspor RI 2021 Tembus USD 231,5 Miliar (Dok.MNC Media)

IDXChannel- Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memaparkan kinerja ekspor sepanjang 2021. Disebutnya, capaian ekspor periode tersebut mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. 

"Jadi pada tahun 2021 ekspor kembali mencapai lebih dari USD 200 miliar, yaitu USD 231,5 miliar. Ini adalah angka tertinggi dari tahun 2004," ujar Mendag dalam konferensi pers Outlook Perdagangan 2022, Selasa (18/1).

Dalam capaian ini, Lutfi mengatakan terdapat  perbedaan antara 2021 dan 2011, yakni 4 dari 5 produk ekspor adalah produk manufaktur yaitu CPO dan turunannya, besi baja, produk elektronik dan elektronika, dan kendaraan bermotor serta suku cadangnya.

Lanjutnya, capaian surplus neraca perdagangan non migas nasional sebesar USD 48,60 miliar. Namun, defisit migas juga besar pada tahun 2021, sehingga total dari surplus nasional kira-kira sekitar USD 35 miliar.

"Jadi kalau kita lihat ini sekarang angkanya total USD 231 miliar berasal dari non migas kira-kira sekitar USD 219 miliar atau tumbuh 41,52% dibandingkan periode yang sama dan ekpor pada migasnya sebesar USD 12,28 miliar, tumbuh 48,78% dibandingkan periode sebelumnya," papar Lutfi.

Sementara untuk impor, diterangkan Mendag, mencapai USD 196,20 miliar atau tumbuh 38,59%. Angka ini sehat karena pada tahun 2020 yang lalu pertumbuhan impor nasional negatif. 

"Jadi impor kita adalah USD 196,2 miliar dimana USD 25,53 miliar adalah impor migas dan impor non-migas kita USD 170,67 miliar. Menyebabkan trade pada tahun 2021 adalah yang tertinggi sepanjang sejarah yaitu USD 35,34 miliar naik dari USD 21,62 miliar pada tahun 2020," urainya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD