AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

CDC Izinkan Anak Usia 5-11 Tahun Disuntik Booster Covid-19 

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Jum'at, 20 Mei 2022 10:05 WIB
CDC memberi lampu hijau anak usia 5-11 tahun disuntik booster Covid-19. Booster diberikan setidaknya 5 bulan setelah si anak menerima dosis kedua.
booster covid-19
booster covid-19

IDXChannel - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC memberi lampu hijau anak usia 5-11 tahun disuntik booster Covid-19. Booster diberikan setidaknya 5 bulan setelah si anak menerima dosis kedua. Vaksin booster yang dipakai adalah Pfizer. 

Menurut Direktur CDC Rochelle Walensky, pemberian vaksin booster untuk kelompok usia 5-11 tahun penting, karena mereka sudah jauh tertinggal dibanding kelompok usia lain. Vaksin booster sendiri dinilai efektif memperkecil risiko keparahan Covid-19. 

"Vaksin aman untuk usia 5-11 tahun, sehingga booster sudah selayaknya diberikan. Kami harus terus meningkatkan jumlah anak yang terlindungi," kata Walensky, dikutip MNC Portal dari Stat News, Jumat (20/5/2022). 

CDC juga kini merekomendasikan bagi yang berusia 12 tahun dan lebih tua, pun mereka yang memiliki kondisi immunocompromised dan semua orang di atas usia 50 harus menerima booster kedua alias dosis keempat. Dosis keempat disarankan diterima setidaknya 4 bulan setelah dosis ketiga diberikan. 

Perlu Anda ketahui, keluarnya izin CDC terkait booster untuk kelompok usia 5-11 tahun ini melalui 'sesi' diskusi panjang bersama panelis yang merupakan ahli di bidangnya. Dari 12 panelis yang terlibat, ada satu ahli yang tidak setuju booster diberikan untuk usia 5-11 tahun. 

Adalah Helen "Keipp" Talbot dari Vanderbilt University, ia menolak rekomendasi tersebut karena menurutnya masih banyak anak-anak usia tersebut yanh bahkan belum menerima dosis pertama. 

Sebagian besar panelis yang memilih 'Ya' juga mencatat banyaknya anak-anak dalam kelompok usia yang belum menerima vaksin Covid-19, tetapi mereka khawatir masyarakat akan menafsirkan bahasa yang lebih lemah, mengatakan bahwa vaksin itu tidak penting.

Data menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 minim efek samping, termasuk risiko miokarditis, pada anak-anak kelompok usia 5-11 tahun ini. Peneliti juga melihat data yang menunjukkan bahwa, seperti kelompok usia lainnya, dosis ketiga meningkatkan respons antibodi dari vaksin yang seharusnya melindungi penerima lebih baik setidaknya untuk sementara.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD