AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Cegah Euforia Konflik di Afghanistan, BIN Patroli 24 Jam Awasi Medsos

ECONOMICS
Riezky Maulana
Selasa, 31 Agustus 2021 20:39 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan patroli siber di media sosial (medsos) untuk mencegah euforia akan konflik Afghanistan.
Cegah Euforia Konflik di Afghanistan, BIN Patroli 24 Jam Awasi Medsos (Dok.MNC Media)
Cegah Euforia Konflik di Afghanistan, BIN Patroli 24 Jam Awasi Medsos (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pengambilalihan pemerintahan Afghanistan dinilai akan berdampak juga pada sejumlah masyarakat di Indonesia. Oleh karenanya, Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan patroli siber di media sosial (medsos) untuk mencegah euforia berlebih.

Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto menyebut, patroli siber itu dilakukan pihaknya selama 24 jam penuh. Bahkan, BIN mengklaim telah menemukan sebuah gerakan yang mengarah ke Taliban berkelindan di medsos.

"Kami melakukan pemantauan-pemantauan dan patroli siber 24 jam dilakukan. Kita menemukan gerakan-gerakan yang sudah mengarah kesitu," tutur Wawan dalam diskusi daring yang digelar Divisi Humas Mabes Polri, Selasa (31/8/2021).

Dia meminta kepada masyarakat agar mewaspadai penyebaran paham terorisme yang saat ini gencar dilakukan melaui medsos. Pasalnya, kata Wawan, masyarakat cenderung meniru apa yang terjadi di Timur Tengah.

"Sudah banyak menanyakan kepada saya baik dari dalam maupun luar karena juga aktivitas porosan ini bisa memberikan dampak yang menimbulkan kekhawatiran. Di Indonesia banyak yang meniru dari apa yang terjadi di Timur Tengah sebagai pusaran konflik. Itu lah sebabnya literasi publik ini terus dilakukan," jelasnya.

Wawan memaparkan, gerakan terorisme bukanlah hal yang baru di Indonesia, sejak Indonesia merdeka bahkan pascareformasi sudah nampak adanya bibit itu. Menurutnya, hal itu disebabkan perbedaan pendapat maupun gesekan-gesekan yang terjadi di tataran politik.

Akan tetapi, terkhusus terminologi terorisme, Wawan menyebut itu bukan hanya berkaitan dengan agama, melainkan pula kelompok separatis. Salah satu contohnya adalah gerakan yang masif terjadi di Papua.

"Berdasarkan catatan sejarah penyebaran paham radikal, utamanya berbasis agama sudah lama terjadi di Indonesia. Di awal masa kemerdekaan muncul Darul ISLAM atau DI/TII dan NII yang gencar mengganti konstitusi dan ideologi Pancasila untuk membangun negara islam," ucapnya.

"Sedangkan di era Orde Baru muncul juga Komando Jihad di hingga Front Pembebasan Muslim Indonesia pada 1977. Sementara di era reformasi muncul gerakan Hizbut Tahrir, Majelis Mujahidin Indonesia, Jamaah Ansaharut Daulah. Terorisme radikalisme tak hanya menyangkut agama mengingat kelompok separatis di Papua belakangan juga telah dianggap sebagai teroris," katanya melanjutkan. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD