AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Cegah Kemiskinan, Pemprov Jatim Percepat Pemulihan Ekonomi

ECONOMICS
Lukman Hakim/Sindo
Selasa, 29 Juni 2021 13:27 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus mengatasi lambatnya laju perekonomian di tengah pandemi COVID-19.
Cegah Kemiskinan, Pemprov Jatim Percepat Pemulihan Ekonomi
Cegah Kemiskinan, Pemprov Jatim Percepat Pemulihan Ekonomi

IDXChannel -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus mengatasi lambatnya laju perekonomian di tengah pandemi COVID-19, utamanya yang berdampak pada kemiskinan di sektor nelayan, perkebunan dan kehutanan. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengurangi beban pengeluaran masyarakat, sekaligus meningkatkan pendapatan melalui program penanggulangan kemiskinan. "Pandemi COVID-19 ini tidak berdampak hanya pada aspek kesehatan saja, namun juga multidimensi terutama di perekonomian," kata Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Senin (28/6/2021).

Program tersebut, lanjut Emil, meliputi bantuan sosial berbasis individu dan keluarga, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) Plus atau Program Bantuan Sosial Untuk Penyandang Disabilitas (BSPD). Pemprov Jatim juga mengamankan kelancaran pemasaran dan distribusi produk pertanian serta perikanan. 

Termasuk merestrukturisasi kredit bagi pelaku usaha dan petani, menyediakan jaring pengaman sosial, juga memfasilitasi kegiatan crash program padat karya serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk petani dan nelayan. 

Pemprov Jatim juga tengah menerapkan program pengembangan UMKM untuk menjadi bagian penting dalam mengatasi ketimpangan pendapatan. Sebab, sektor UMKM menjadi backbone perekonomian Jatim di masa pandemi COVID-19. 

"Jadi kami telah menyiapkan program pemberdayaan usaha perempuan atau Jatim Puspa, Anti Poverty Program atau APP, Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Program Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE), serta bantuan permodalan untuk BUM-Desa. Kami juga mengusahakan upskilling dan reskilling untuk pelaku usaha demi meningkatnya kualitas SDM dan penguatan produksi," terang Emil.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD