AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Cegah Oversupply, AGI Minta Pemerintah Kontrol Jumlah Impor Gula yang Masuk

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 19 Januari 2022 06:50 WIB
Asosiasi Gula Indonesia (AGI) meminta kepada pemerintah agar melihat data terlebih dahulu terkait kebutuhan gula di dalam negeri.
Cegah Oversuply, AGI Minta Pemerintah Kontrol Jumlah Impor Gula yang Masuk
Cegah Oversuply, AGI Minta Pemerintah Kontrol Jumlah Impor Gula yang Masuk

IDXChannel - Asosiasi Gula Indonesia (AGI) meminta kepada pemerintah agar melihat data terlebih dahulu terkait kebutuhan gula di dalam negeri. Jangan sampai gula yang masuk ke Indonesia akan menyebabkan kelebihan supply gula di dalam negeri.

"Dampaknya jika terlalu banyak, jika nanti sudah di giling, kalau sudah produksi, otomatis harga tertekan, karena disebabkan oleh oversuply," ujar Tenaga Ahli AGI, Yadi Yusriadi kepada MNC Portal, Selasa (18/1/2022).

Menurut Yadi apabila impor gula dalam negeri terlalu banyak maka akan membuat distribusi gula yang di produksi di dalam negeri akan menjadi terhambat. 

Sebab gula yang melimpah akan membuat para pedagang akan menyimpan gulanya di dalam gudang. Sedangkan menahan komoditas dalam jangka waktu akan memberikan biaya tambahan.

"Jadi dampak kalau terlalu banyak impor gua akan menyebabkan gula yang di produksi dalam negeri itu tidak mengalir normal ke pasar, dan ini menurunkan harga gula," sambung Yadi.

Walalupun menurut Yadi memang kapasitas produksi gula dalam negeri kurang jika disandingkan dengan konsumsi gula di dalam negeri. Oleh sebab itu pemerintah perlu memperhatikan data kebutuhan gula di dalam negeri, jangan sampai di satu waktu harga gula tinggi di waktu lain harga gula mengalami kenaikan.

"Harapannya memang yang penting adalah data, jadi harus betul dan sesuai dengan data, sehingga kebutuhan impor jumlahnya harus di atau dengan benar, artinya sesuai dengan kebutuhan di pasar agar tidak oversuply, kemudian harus diatur juga waktunya, karena kalau tidak, mungkin dalam waktu tertentu akan rendah dan harga gula bisa tinggi," sambung Yadi.

Yadi berharap kebijakan impor gula yang akan dilakukan kedepan tidak menguntungkan satu pihak, namun justru mengorbankan pihak lain dalam hal ini petani gula dalam negeri.

"Perlu diatur jumlah secara total kemudian diatur waktu dan kuota impornya sehingga tidak mengganggu produksi gula lokal, karena kalau datanya kurang tepat, atau tidak melihat kondisi, makanakan terjadi pasar yang tidak baik, pasar jenuh dan pasar langka" pungkasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD