AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Covid-19 Kembali Membludak, Pemda Bandung Barat Bakal Terapkan WFH untuk ASN

ECONOMICS
Adi Haryanto
Selasa, 25 Januari 2022 12:53 WIB
Menurutnya tidak hanya WFH untuk ASN di lingkungan Pemda KBB, masyarakat juga diminta tidak terlena dengan melandainya kasus COVID-19
Covid-19 Kembali Membludak, Pemda Bandung Barat Bakal Terapkan WFH untuk ASN (FOTO:MNC Media)
Covid-19 Kembali Membludak, Pemda Bandung Barat Bakal Terapkan WFH untuk ASN (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Seiring dengan lonjakan kasus covid-19, Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal kembali menerapkan skema Work From Home (WFH) untuk sebagian ASN di lingkungan Pemda KBB.  

"Bisa kembali menerapkan skema WFH dan itu bakal diterapkan oleh semua daerah di Jawa Barat mengikuti arahan Pemprov Jabar," kata Sekretaris Daerah (Sekda), KBB, Asep Sodikin, Selasa (25/1/2022). 

Asep mengatakan, kebijakan WFH juga 

dilakukan melihat tren kasus COVID-19 meningkat. Agar nantinya tidak ada penumpukan pegawai di lingkungan kantor seperti yang sebelumnya diterapkan pada saat PPKM darurat.  

Mengacu pada hasil rapat yang dilakukan pada pekan lalu, lanjut dia, pemerintah provinsi memprediksi lonjakan kasus COVID-19 di Jawa Barat bakal mencapai puncaknya di bulan Juni jika tidak segera diintervensi dari sekarang. 

"Prediksinya seperti itu, jika dari sekarang tidak diantisipasi di bulan Maret bisa terus naik sampai Juni," kata dia.  

Menurutnya tidak hanya WFH untuk ASN di lingkungan Pemda KBB, masyarakat juga diminta tidak terlena dengan melandainya kasus COVID-19 dalam beberapa bulan belakangan. Sebab diizinkannya aktivitas di luar ruangan juga dengan syarat prokes tetap harus diterapkan.  

"Kami ingin pemulihan ekonomi berjalan tapi prokes juga diterapkan, sehingga kasus tidak naik lagi," pungkasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD