AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Curhat Lion Air, Penumpang Penuh 100 Persen Tetap Belum Untung

ECONOMICS
Ikhsan PSP
Selasa, 28 Juni 2022 19:39 WIB
Masyarakat banyak yang mengkritik naiknya harga tiket pesawat yang cukup signifikan, salah satunya harga tiket Lion Air.
Curhat Lion Air, Penumpang Penuh 100 Persen Tetap Belum Untung (FOTO: MNC Media)
Curhat Lion Air, Penumpang Penuh 100 Persen Tetap Belum Untung (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Masyarakat banyak yang mengkritik naiknya harga tiket pesawat yang cukup signifikan, salah satunya harga tiket Lion Air. Namun, walau harga tiket naik dan penumpang penuh, maskapai ini mengaku masih belum bisa raup keuntungan.

President Director of Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro Adi mengungkapkan mahalnya biaya perawatan pesawat serta tingginya harga avtur. Hal itu yang akhirnya mendorong harga tiket pesawat menjadi tinggi.

"Komponen yang harus kita bayar atau material, sparepart, termasuk transportasi dan logistiknya itu sangat mahal sekali karena kita harus bayar dengan mata uang USD,” ungkapnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Selasa (28/6/2022).

Ia menyampaikan beberapa vendor atau penyedia material dan bahan untuk perawatan pesawat udara banyak yang tutup, sehingga hukum pasar berlaku bahwa mereka menjual alat-alat menjadi lebih tinggi.

"PM 20 Tahun 2019 dikeluarkan pada saat sebelum pandemi COVID-19 sehingga banyak sekali revisi atau paling tidak review yang harus dilakukan, paling tidak cost operasional pesawat bisa kita reduce," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Peraturan Menteri (PM) Nomor 20 Tahun 2019 berisi tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Ia berharap ada revisi yang dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Daniel menjelaskan ada beberapa rute yang sulit mendapatkan keuntungan walaupun dalam kondisi penumpang pesawat penuh 100 persen. Penyebabnya adalah padat ya lalu lintas udara sehingga menambah waktu tempuh.

"Cengkareng ke Tanjung Karang itu yang dulu bisa kita tempuh dalam waktu 35 menit, sekarang mungkin karena ada traffic ini bisa sampai 50 menit bahkan 1 jam. Kemudian ada rute Pontianak ke Putussibau itu juga harga tiketnya tidak bisa kita ambil sebagai referensi, kalau dengan kondisi 100 persen pun itu kita masih belum bisa mendapatkan profit, penuh pun belum bisa," paparnya.

Menurutnya apabila tidak ada perubahan terkait tarif batas atas tiket, maka maskapai akan keberatan dan kemungkinan akan menutup rute penerbangan.

"Dari sisi flight time sudah berubah sehingga ini pun kalau tidak bisa direview kembali maka kita tidak bisa, mungkin operator penerbangan lain juga tidak mau atau tidak sanggup untuk menjalankan karena dengan kondisi penumpang 100 persen penuh pun kita belum bisa ngambil profit dari situ," tutup Daniel. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD