AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Dari 500 Pasien Terkonfirmasi Omicron, Hanya Tiga yang Gunakan Oksigen 

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Senin, 17 Januari 2022 14:45 WIB
Meski memiliki tingkat penularan yang cepat, namun gejala yang terjadi pada pasien cenderung ringan.
Dari 500 Pasien Terkonfirmasi Omicron, Hanya Tiga yang Gunakan Oksigen. (Foto: MNC Media)
Dari 500 Pasien Terkonfirmasi Omicron, Hanya Tiga yang Gunakan Oksigen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Meski memiliki tingkat penularan yang cepat, namun gejala yang terjadi pada pasien cenderung ringan. Hal itu terlihat dari 500 yang terkonfirmasi hanya tiga saja yang harus mendapatkan bantuan oksigen.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan saat ini terdapat 748 kasus konfirmasi Omicron. Sebanyak 569 kasus berasal dari pelaku perjalanan luar negeri sementara 155 lainnya merupakan transmisi lokal, sementara 24 kasus sisanya masih dalam penyelidikan.

Dari jumlah kasus konfirmasi tersebut, Menkes mengatakan tingkat perawatan untuk pasien dengan gejala sedang maupun berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit presentasenya jauh kebih rendah dibandingkan varian Delta. 

“Di negara-negara tersebut (yang mengalami puncak kenaikan kasus Omicron) hospitalisasinya antara 30-40 persen dari hospitalisasi Delta. Jadi walaupun penularan dan kenaikannya lebih cepat dan tinggi, tapi hospitalisasinya lebih rendah,” ungkap Menkes dalam siaran pers yang disiarkan di laman resmi Kemenkes, Senin (17/1/2022). 

Menkes menjelaskan hal serupa juga terjadi di Indonesia. Menurutnya dari total 500-an kasus konfirmasi Omicron sebagian besar gejala yang dialami pasien adalah ringan bahkan tanpa gejala, hanya tiga pasien yang membutuhkan oksigen tambahan.

Selain itu proses recovery juga lebih cepat, tercatat sekitar 300 pasien telah dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang.  

“Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap tenang, selalu berhati-hati dan waspada. Yang terpenting protokol kesehatan 5M, vaksinasi dan harus dilaksanakan beriringan untuk memberikan perlindungan dari ancaman penularan Covid-19 varian Omicron yang sangat cepat,” tuntas Siti. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD