AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Diamankan Aparat, 30 Pekerja Nekat Jadi Migran Ilegal karena Dijanjikan Gaji Besar

ECONOMICS
Dicky Sigit Rakasiwi
Senin, 07 Juni 2021 09:29 WIB
Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan 30 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal di Kampung Simpangan, Riau.
Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan 30 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal  di Kampung Simpangan, Riau. (Foto: MNC Media)
Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan 30 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal di Kampung Simpangan, Riau. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan 30 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal  di Kampung Simpangan Km 16 Jalan Tanjung Uban, pukul 12.30 WIB siang, Minggu (6/6/21) . Tiga puluh PMI Ilegal ini terdiri dari 29 pria dan 1 wanita.

Dari kasus ini setidaknya didapati 2 orang menjadi tersangka karena berperan sebagai pengurus. Kedua tersangka yakni Samsul Hadi alias Sul pria kelahiran Lombok 20 April 1973 yang beralamat di Perumnas. Air raja blok D No 16. 

"Tersangka kedua yakni Far alias Hafiz pria kelahiran Tegal yang beralamat Jl.bambu kuning kilometer 16 RT 08," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, Senin (7/6/21).

Modus Operandi yang dilakukan kedua tersangka yakni melakukan penampungan dan pengurusan hingga pemberangkatan PMI ke luar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi. Dimana para PMI ini diberangkatkan melalui pelabuhan ilegal atau tikus, dengan iming-iming mendapatkan gaji yang besar.

Kronologis penangkapan yakni pada Minggu (6/6/21) sekira pukul 09.00 WIB anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada beberapa orang calon PMI ilegal yang berada di Kampung Simpangan kilometer 16 Jalan Tanjung Uban akan diberangkatkan untuk bekerja di Negara Malaysia.

"Mengetahui hal tersebut tim langsung melakukan penyelidikan di kampung simpangan kilometer 16 Jalan Tanjung uban yang diduga terdapat tempat penampungan para calon PMI ilegal, selanjutnya pada pukul 12.30 WIB ditemukan adanya 30 orang calon PMI ilegal asal Lombok yang telah ditampung oleh pelaku," jelas Arie.

Pada saat ditemukan, tersangka sedang melakukan proses pengurusan keberangatannya dengan menawarkan pekerjaan di Negara Malaysia sebagai pekerja kebun sayur dan pekerjaan lainnya dengan menjanjikan penghasilan paling kecil sebulan sebesar Rp 3.000.000 dan paling besar Rp 4.500.000. Selanjutnya tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil melakukan penangkapan 2 orang tersebut didekat tempat penampungan. 

"Tersangka dan 30 orang korban serta barang bukti untuk dibawa ke Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Barang bukti yang diamankan dari kasus inj yakni uang sejumlah Rp 7.800.000, Hp Samsung a50s warna hitam, Hp Nokia RM 1134 warna hitam, buku catatan PMI yang telah di kirim ke Negara Malaysia, tiket boarding pass calon PMI sejumlah 2 tiket. Juga ada surat keterangan pemeriksaan COVID-19 sebanyak 2 lembar. 

"Pasal yang dipersangkakan pada pelaku yakni dugaan tindak pidana orang perseorangan dilarang melaksanakan penempatan pekerja migran indonesia ke luar negeri tanpa memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia," tutup Arie. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD