AALI
10100
ABBA
418
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1410
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1125
ADMF
7925
ADMG
234
ADRO
1745
AGAR
350
AGII
1570
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
226
AHAP
64
AIMS
515
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4690
AKSI
458
ALDO
735
ALKA
248
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.76
-1.06%
-5.46
IHSG
6625.70
-0.27%
-18.04
LQ45
961.32
-0.98%
-9.47
HSI
26132.03
0.02%
+5.10
N225
28600.41
-0.71%
-204.44
NYSE
0.00
-100%
-17083.15
Kurs
HKD/IDR 1,820
USD/IDR 14,160
Emas
819,389 / gram

Dianggap Paling Aman, Israel dan Singapura Kembali Hadapi Lonjakan Covid-19

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Senin, 20 September 2021 09:42 WIB
Singapura saat ini menghadapi ancaman lonjakan besar kasus covid-19 terutama dari varian delta.
Dianggap Paling Aman, Israel dan Singapura Kembali Hadapi Lonjakan Covid-19 (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Singapura saat ini menghadapi ancaman lonjakan besar kasus covid-19 terutama dari varian delta. Sebelumnya, negara ini seperti Israel, menyatakan diri sebagai negara paling aman dari covid-19.

Ketua Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengungkapkan, lonjakan kasus covid-19 di Singapura ini mirip seperti Israel. 

Kata Zubairi, Israel awalnya sempat menyatakan diri sebagai negara paling aman dari covid-19, bahkan Singapura sendiri sedang merancang cetak biru tata cara hidup berdampingan dengan covid-19 dan bakal menganggap virus ini sebagai penyakit flu biasa.

“Situasinya (di Singapura) mirip Israel,” katanya lewat sosial media pribadinya, Senin (20/9/2021).

Kabar terbaru, kata Zubairi, Singapura saat ini sedang menghadapi lonjakan kasus covid-19 sebesar 1.012 kasus baru Covid-19. Ini tercatat tertinggi sejak April 2020 lalu. 

“Delta mengancam rencana “hidup dengan Covid-19” ala Singapura: Muncul 1.012 kasus baru. Tertinggi sejak April 2020,” ungkapnya.

Zubairi mengatakan lonjakan kasus terjadi akibat adanya klaster Covid-19 yang berasal dari pusat belanja, tempat kerja, hingga stasiun. “Klaster berasal dari pusat belanja, tempat kerja, hingga stasiun,” paparnya.

Kini, kata Zubairi, kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 pun meningkat sejalan dengan tingkat bed occupancy ratio (BOR) di Singapura yang meningkat meskipun belum dinyatakan krisis. “Pasien yang butuh oksigen meningkat. RS diklaim belum krisis,” tutup Zubairi. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD