Peningkatan posisi KFLN tersebut terutama bersumber dari aliran masuk modal asing pada investasi portofolio, investasi langsung, dan investasi lainnya yang mencerminkan terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia.
Peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh penguatan indeks harga saham domestik.
Secara keseluruhan 2025, PII Indonesia juga mencatat peningkatan kewajiban neto dibandingkan dengan posisi akhir 2024. Kewajiban neto PII Indonesia meningkat dari USD245,7 miliar pada akhir 2024 menjadi USD272,6 miliar pada akhir 2025.
Peningkatan kewajiban neto PII tersebut bersumber dari kenaikan posisi KFLN sebesar USD61,9 miliar (8,0 persen yoy) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan posisi AFLN sebesar USD34,9 miliar (6,7 persen yoy).
Kenaikan posisi KFLN terutama dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung yang disertai dengan kenaikan harga saham domestik. Sementara itu, kenaikan posisi AFLN dipengaruhi oleh peningkatan posisi pada seluruh komponen, baik dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio, investasi lainnya, maupun cadangan devisa.