AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26445.69
-0.48%
-126.18
NYSE
13541.76
-0.29%
-38.64
Kurs
HKD/IDR 1,924
USD/IDR 15,125
Emas
792,028 / gram

Didorong Harga Pangan, BI Sebut Inflasi Juli Capai 4,94 Persen

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 18 Agustus 2022 11:16 WIB
Bank Indonesia (BI) menyatakan inflasi Indonesia Juli 2022 mencapai 4,94 persen.
Didorong Harga Pangan, BI Sebut Inflasi Juli Capai 4,94 Persen. (Foto: MNC Media)
Didorong Harga Pangan, BI Sebut Inflasi Juli Capai 4,94 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) menyatakan inflasi Indonesia Juli 2022 mencapai 4,94 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain, tetapi melebihi batas atas sasaran 3±1 persen.

Gubernur Perry Warjiyo menyebut kenaikan itu didorong oleh tingginya inflasi kelompok pangan yang bergejolak.

"Inflasi kelompok pangan ini mencapai 11,47%, yang mestinya tidak lebih dari 5%, atau maksimal 6%," ujar Perry dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022 di Jakarta, Kamis(18/8/2022). 

Tekanan ini bersumber terutama dari kenaikan harga komoditas global akibat berlanjutnya ketegangan geopolitik di sejumlah negara yang mengganggu mata rantai pasokan global dan juga mendorong sejumlah negara melakukan kebijakan proteksionisme pangan. 

"Di dalam negeri, terjadi gangguan sejumlah pasokan di sejumlah sentra-sentra produksi hortikultura termasuk aneka cabai dan bawang merah akibat permasalahan struktural di sektor pertanian serta cuaca, demikian juga ketersediaan antar waktu dan antar daerah," ungkap Perry.

Tidak hanya itu saja, kenaikan harga energi global juga telah mendorong kenaikan inflasi kelompok barang yang diatur pemerintah (administered prices) termasuk angkutan udara. Tekanan dapat tertahan saat ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan subsidi energi.

"Sementara itu, tekanan inflasi dari sisi permintaan atau inflasi inti masih tetap rendah. ini menunjukkan sebenarnya daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih meski sudah meningkat. Ekspektasi inflasi juga terjaga," tambah Perry. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD