AALI
10000
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1450
ACST
256
ACST-R
0
ADES
1645
ADHI
1060
ADMF
8025
ADMG
161
ADRO
1200
AGAR
420
AGII
1040
AGRO
865
AGRO-R
0
AGRS
510
AHAP
69
AIMS
490
AIMS-W
0
AISA
250
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3170
AKSI
720
ALDO
825
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
461.96
-0.19%
-0.89
IHSG
5834.39
0.01%
+0.53
LQ45
868.39
-0.13%
-1.11
HSI
28593.81
1.42%
+399.72
N225
28406.84
2.09%
+582.01
NYSE
16422.96
0.05%
+7.60
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,270
Emas
857,957 / gram

Diduga Terima Suap, Harta Eks Direktur Ditjen Pajak Ini Melonjak Rp5 M Setahun

ECONOMICS
Ariedwi Satrio/Okezone
Rabu, 05 Mei 2021 10:30 WIB
Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Harta Eks Direktur Ditjen Pajak Ini Melonjak Rp5 M Setahun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen) Pajak, Angin Prayitno Aji ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap puluhan miliar dari tiga perusahaan besar 2016-2017.

Terkait hal tersebut, harta kekayaan Angin Prayitno pernah melonjak drastis dalam kurun waktu 2017 ke 2018. Dalam setahun, kekayaan Angin melonjak hingga Rp5 miliar. Dari laporan terakhirnya pada 2019, harta kekayaan Angin Prayitno tercatat mencapai Rp18.620.094.749 (Rp18,6 miliar).

Merujuk laman elhkpn.kpk.go.id, Angin pernah melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periodik 2017 dengan nilai Rp13.430.512.208 (Rp13,4 miliar). Harta kekayaannya tersebut meliputi tiga aset tanah dan bangunan di Jakarta dengan nilai keseluruhan Rp10 miliar.

Kemudian, Angin juga melaporkan memiliki tiga mobil pada periodik 2017. Tiga mobil tersebut yakni, Volkswagen Golf tahun 2011; Honda Freed tahun 2009; dan Chevrolet Captiva Jeep tahun 2011. Total nilai alat transportasi Angin saat itu berkisar Rp496 juta.

Angin juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sejumlah Rp1,1 miliar. Selanjutnya, kas dan setara kas Rp1,7 miliar serta harta lainnya senilai Rp58 juta. Sehingga, total harta kekayaan Angin pada periodik 2017 berjumlah Rp13,4 miliar.

Pada pelaporan periodik 2018, harta kekayaan Angin terpantau tidak banyak yang berubah. Hanya saja, nilai aset tanah dan bangunan yang dilaporkan Angin bertambah hingga Rp4,7 miliar dalam waktu setahun.

Di mana, pada pelaporan periodik 2017, total nilai tiga aset tanah dan bangunan Angin di Jakarta hanya Rp10 miliar. Namun kemudian, tiga aset tanah dan bangunan Angin melonjak nilainya menjadi Rp14,7 miliar pada 2018.

Tak hanya itu, kas dan setara kas Angin Prayitno juga bertambah sekira Rp1 miliar dalam setahun. Sehingga, total harta kekayaan Angin Prayitno pada periodik 2018 berjumlah Rp18,5 miliar.

Terakhir, harta kekayaan yang dilaporkan Angin untuk periodik 2019 tak jauh berbeda dengan pelaporan sebelumnya. Hanya saja, terdapat penambahan nilai pada sejumlah aset Angin. Adapun, total nilai kekayaan Angin pada periodik 2019 berjumlah Rp18,6 miliar.

Selain Angin, KPK juga menetapkan lima tersangka lainnya dalam perkara ini. Kelima tersangka itu yakni, mantan Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani (DR). Kemudian, tiga konsultan pajak yakni, Ryan Ahmad Ronas (RAR); Aulia Imran Maghribi (AIM); dan Agus Susetyo (AS); serta seorang kuasa wajib pajak, Veronika Lindawati (VL).

Dalam perkara ini, Angin Prayitno bersama-sama dengan Dadan Ramdani diduga telah menyalahgunakan kewenangan yakni, melakukan pemeriksaan pajak tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Keduanya diduga mengakomodir jumlah pembayaran pajak sesuai keinginan para wajib pajak.

Karena mengakomodir keinginan para wajib pajak, Angin dan Dadan diduga telah menerima sejumlah uang. Adapun, rincian uang yang diterima keduanya yakni, sebesar Rp15 miliar dari Konsultan Pajak Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi yang mewakili PT Gunung Madu Plantations (PT GMP), pada Januari - Februari 2018.

Selanjutnya, Angin dan Dadan diduga juga menerima uang sebesar 500 dolar Singapura dari kuasa wajib pajak PT Bank Panin, Veronika Lindawati, pada pertengahan 2018. Uang 500 dolar Singapura yang diduga diterima Angin dan Dadan itu merupakan fee dari total komitmen awal sebesar Rp25 miliar.

Terakhir, Angin dan Dadan disebut telah menerima uang dengan nilai total sebesar 3 juta dolar Singapura dari Agus Susetyo selaku perwakilan atau konsultan hukum PT Jhonlin Baratama. Uang itu diterima keduanya pada Juli - September 2019. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD