Integrasi ini memungkinkan pemantauan armada secara menyeluruh dalam satu ekosistem yang terpusat, didukung oleh data visual dari CCTV di kapal untuk memperkuat visibilitas operasional.
Tidak hanya memastikan kelancaran distribusi, sistem ini juga menjadi langkah antisipatif dalam memitigasi potensi penyimpangan serta risiko operasional di lapangan.
Arif menambahkan, pemanfaatan teknologi ini tidak hanya berfokus pada aspek monitoring, tetapi juga memastikan distribusi energi dapat berjalan secara berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan di berbagai wilayah.
“Pada prinsipnya, yang kami monitor bukan hanya pergerakan armada, tetapi juga memastikan energi dapat terus tersalurkan secara berkelanjutan dan dapat diandalkan bagi masyarakat di berbagai wilayah,” katanya.
