AALI
8300
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
840
ACES
1370
ACST
240
ACST-R
0
ADES
1970
ADHI
970
ADMF
8175
ADMG
166
ADRO
1310
AGAR
380
AGII
1095
AGRO
1095
AGRO-R
0
AGRS
426
AHAP
66
AIMS
352
AIMS-W
0
AISA
228
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3230
AKSI
480
ALDO
925
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
380
Market Watch
Last updated : 2021/06/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
478.24
-0.14%
-0.66
IHSG
6089.04
0.14%
+8.65
LQ45
895.20
-0.08%
-0.70
HSI
28638.53
-0.71%
-203.60
N225
29441.30
0.96%
+279.50
NYSE
16662.42
-0.2%
-32.51
Kurs
HKD/IDR 1,830
USD/IDR 14,220
Emas
853,049 / gram

Ditegur Menhub soal Penumpang KRL Desak-desakan, Ini Komentar KCI

ECONOMICS
Giri Hartomo/Okezone
Jum'at, 14 Mei 2021 18:10 WIB
KCI) buka suara terkait tentang kepadatan jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL)
Ditegur Menhub soal Penumpang KRL Desak-desakan, Ini Komentar KCI. (Foto : MNC Media)

IDXChannel – Terkait dengan teguran dan pantauan langsung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) buka suara terkait tentang kepadatan jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL).

Bahkan Menhub sebut KCI tidak profesional dalam mengatur penumpang akibat masih terlalu berdesak-desakan di dalam penumpang. VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, pihaknya menerima teguran dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dengan teguran ini, pihaknya akan melakukan beberapa perbaikan.

“Jadi kami menerima dengan baik teguran pak Menhub untuk perbaikan kami, karena ini masih ada satu lagi ya posko Lebaran,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (14/5/2021).

Menurut Anne, pihaknya akan melakukan rekayasa operasi. Di mana nantinya, KCI akan memperpendek headway atau jarak antar kereta khusus di siang hari dengan menambah jumlah armada yang beroperasi.

“Semoga nanti ini kita lakukan perbaikan, termasuk dengan rekayasa operasi, bagaimana kita bisa mengatur headaway di siang hari itu kita tambah keretanya,” jelasnya.

Dengan rekayasa operasi ini diharapkan penumpang KRL tidak lagi berdesak-desakan. Sehingga protokol kesehatan khususnya menjaga jarak atau physcal distancing bisa dilakukan dengan baik selama masa larangan mudik lebaran.

“Sehingga nanti pengaturan phsycal distancing-nya bisa lebih maksimal. Kemudian pengaturan petugas, kami akan memperketat lagi, mempertebal dari petugas kami karena memang penumpang-penumpang musiman ini harus terus digerakan untuk protokol kesehatan,” jelasnya.

Namun, Anne memastikan bahwa kesehatan para penumpang sudah memenuhi syarat. Karena pihaknya melakukan tes atau pengecekan suhu tubuh dan penumpang wajib menggunakan masker.

“Tapi yang bisa kami pastikan adalah bahwa kesehatan mereka sudah memenuhi syarat dengan menggunakan masker, kemudian melakukan pengecekan suhu tubuh,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau aktivitas penumpang di Stasiun Manggarai. Tinjauan ini adalah untuk memastikan protokol kesehatan di Wilayah Aglomerasi dijalankan dengan baik pada hari kedua lebaran.

Menhub mengatakan, ada beberapa masukan yang harus dibenahi oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dalam mengelola transportasi Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah aglomerasi. Salah satunya adalah penerapan protokol kesehatan yang masih belum dijalankan secara maksimal.

Sebagai salah satu contohnya adalah masih ada penumpang yang beredesak-desakan dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Tak hanya itu, ada beberapa kereta juga yang tidak dijaga oleh petugas.

“Saya melihat pengelolaan dari KCI tidak profesional. Saya tahu beberapa penumpang (masih desak-desakan). Lebih dari 70 oranh per gerbon gak yang jaga,” ujarnya. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD