AALI
12225
ABBA
192
ABDA
6250
ABMM
3010
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
5825
ADHI
695
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3130
AGAR
330
AGII
1985
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
935
AKRA
1015
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
304
ALMI
294
ALTO
195
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.98
0.13%
+0.71
IHSG
6905.19
-0.13%
-8.96
LQ45
1017.37
0.14%
+1.44
HSI
20122.40
0.05%
+10.30
N225
26692.77
-0.21%
-55.37
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
879,213 / gram

Dua Pasien Omicron Meninggal Dunia, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat Atasi Pandemi

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta Barus
Minggu, 23 Januari 2022 13:02 WIB
Epidemiolog meminta pemerintah Indonesia untuk menyiapkan mitigasi terkait penanganan secara komprehensif varian baru Covid-19 Omicron
Dua Pasien Omicron Meninggal Dunia, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat Atasi Pandemi (FOTO:MNC Media)
Dua Pasien Omicron Meninggal Dunia, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat Atasi Pandemi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman meminta pemerintah Indonesia untuk menyiapkan mitigasi terkait penanganan secara komprehensif varian baru Covid-19 Omicron.  

Hal tersebut disampaikan Dicky berkaitan dengan Kementerian Kesehatan RI mengumumkan kasus kematian pertama pasien positif Covid-19 varian Omicron beberapa waktu lalu. 

"Omicron ini varian of concern serius dampaknya, berpotensi menyebabkan kematian atau menaikan hunian rumah sakit. Setiap varian punya daya rusak masing-masing, sehingga dapat memperburuk situasi pandemi dan bahkan menyebabkan kematian," ujar Dicky Budiman, Minggu (23/1/2022) ketika dikonfirmasi. 

Ia menyebutkan dari segi kerawanan setiap varian Covid-19 memiliki resikonya masing-masing dan rentan pada kategori kelompok masyarakat tertentu. 

"Kalau dari sisi kerawanan tidak ada bedanya dengan Alpha, delta, atau varian awal dari Wuhan. Khususnya beresiko bagi mereka yang komorbid, lansia, ataupun belum mendapatkan vaksinasi Covid-19," jelas Dicky. 

Untuk itu, Dicky menyarankan agar pemerintah bergerak cepat untuk memastikan penanganan pandemi Covid-19 dapat lebih terkendali. 

"Kalau tidak kita lakukan dengan cepat mitigasi, maka kematian pada anak akan muncul. Saat ini ada kurang lebih 40 atau 30 persen masyarakat Indonesia masin rawan karena belum mendapatkan dua kali dosis vaksin Covid-19," ungkapnya. 

Bahkan untuk lansia bahkan masih 50 persen yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap. Sedangkan untuk pelaksanaan vaksin booster juga baru dilaksanakan beberapa waktu lalu dan belum signifikan jumlah yang sudah mendapatkannya. 

"Anak-anak ini dari usia 6 ke atas masih banyak yang belum di vaksin, orang sekitarnya harus di vaksin. PTM ditunda dulu sebulan selama masa krisis, karena berbahaya, termasuk WFH harus dilakukan dengan besaran proporsional sesuai laju penyebaran," lanjut Dicky. 

Dicky Budiman memprediksi dengan masih lemahnya 3T (Testing, Tracing, dan Treatment), maka pemerintah harus mengantisipasi agar varian baru Omicron tidak memberikan dampak serius pada ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. 

"Bagaimanapun 3T kita terbatas dan lemah, sehingga kasus terjadi secara senyap sebagaimana Delta pada awal nya. Jadi meski potensi gelombang 3 (Omicron) tidak sebesar dan selama gelombang 2, namun dampaknya akan sangat serius dalam jangka panjang (long covid)," pungkas Dicky Budiman. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD