AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Vaksin Booster 90 Persen Ampuh Cegah Varian Omicron, Ini Penjelasannya

ECONOMICS
Hasyim Ashari
Minggu, 23 Januari 2022 06:44 WIB
Secara keseluruhan, CDC menyarankan bahwa vaksin booster membantu melindungi terhadap infeksi dan penyakit simtomatik.
Vaksin Booster 90 Persen Ampuh Cegah Varian Omicron, Ini Penjelasannya (FOTO:MNC Media)
Vaksin Booster 90 Persen Ampuh Cegah Varian Omicron, Ini Penjelasannya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Hasil dari tiga penelitian yang dibuat oleh Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyatakan, vaksin booster mRNA 90 persen ampuh dalam memberikan perlindungan terhadap varian virus Omicron. 

Secara keseluruhan, CDC menyarankan bahwa vaksin booster membantu melindungi terhadap infeksi dan penyakit simtomatik.  

Terlebih bagi orang dewasa berusia 50 tahun ke atas melihat manfaat paling besar dari dosis ekstra vaksin yang dibuat oleh BioNTech dengan Pfizer atau Moderna. 

"Perlindungan terhadap infeksi dan rawat inap dengan varian Omicron adalah yang tertinggi bagi mereka yang mendapatkan vaksinasi terbaru, yang berarti mereka yang dikuatkan ketika mereka memenuhi syarat," kata Direktur CDC Dr Rochelle Walensky dikutip dari Channel News Asia (CNA), Sabtu (22/1/2022). 

Dalam penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA, para peneliti meninjau data terhadap 23 ribu lebih kasus COVID-19 yang disebabkan oleh varian Delta atau Omicron. 

Mereka menemukan bahwa di antara orang yang memiliki gejala mirip COVID dan sudah menerima tiga dosis vaksin mRNA memiliki perlindungan tertinggi dari infeksi dibandingkan dengan mereka yang mendapat dua dosis atau tidak divaksinasi. 

Namun, berdasarkan laporan data di Inggris, menyatakan bahwa efektivitas terhadap perlindungan antibodi yang diperoleh dari vaksin booster hanya bertahan sekitar 10 bulan saja. Oleh sebab itu, belum bisa dipastikan berapa lama manfaat vaksin booster dapat bekerja dengan baik.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD