Terkait hal ini, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov mengusulkan agar badan usaha dalam hal ini PT Pertamina (Persero) mendapatkan stimulus demi mengamankan ketersediaan bahan baku minyak.
Menurut Abra, kenaikan harga minyak mentah dunia yang dibarengi dengan pelemahan nilai tukar rupiah akan menekan sisi profitabilitas Pertamina sebagai badan usaha. Mengingat saat ini baru BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang mengalami kenaikan harga.
"Apakah nantinya dimungkinkan pemerintah juga memberikan semacam stimulus ataupun insentif misalnya. Karena kan badan usaha memiliki keterbatasan juga dalam menahan harga BBM nonsubsidi," ujar Abra dalam podcast The Fundamentals, yang tayang pada Sabtu (16/5/2026).
Dia menambahkan, keterbatasan badan usaha dalam menahan harga BBM nonsubsidi disebabkan mereka harus mempertimbangkan aspek keekonomian dan profitabilitas di samping penugasan pemerintah.
"Dalam bisnis, penentuan harga harus mengacu pada harga keekonomian dan margin. Badan usaha juga punya target profit, di samping menjalankan penugasan publik. Jadi ada batas kemampuan untuk terus menahan harga," ujar Abra.