Airlangga menyoroti capaian di penghujung 2025 merupakan hasil dari bergeraknya seluruh mesin pertumbuhan ekonomi, baik dari sisi pengeluaran maupun sektoral. Dia mencatat sejumlah sektor krusial berhasil tumbuh melampaui angka pertumbuhan nasional.
"Dan juga beberapa sektor seperti sektor industri perdagangan pertanian itu baik, jadi konsumsi terdorong, sektor riil baik tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi, dan kemudian tentunya distribusi daripada anggaran juga baik. Jadi engine-nya semua bergerak," kata dia.
Meski secara akumulatif angka 5,11 persen masih berada di bawah target pemerintah sebesar 5,2 persen, Airlangga menggarisbawahi kemajuan signifikan yang terjadi di kuartal IV-2025.
Menurutnya, capaian 5,39 persen di periode terakhir tersebut sudah sangat mendekati ekspektasi, namun angka tahunan tertahan akibat performa yang kurang optimal pada awal tahun.
"Ya kita sudah lihat yang kita dorong di kuartal IV-2025 target 5,4 (persen), dicapainya 5,39 (persen), dan memang kalau pertumbuhan 5,11 (persen) karena di Januarinya terlalu rendah," kata Airlangga.
(Dhera Arizona)