Selain itu, sektor manufaktur tumbuh 6,0 persen, terutama didukung oleh produk-produk listrik, elektronik, dan optik serta minyak dan lemak nabati dan hewani dan pengolahan makanan.
Pertumbuhan di sektor konstruksi tetap kuat di angka 11,9 persen, didorong oleh aktivitas yang kuat di bangunan non-perumahan dan kegiatan konstruksi khusus.
Sektor pertanian juga mencatat peningkatan yang signifikan menjadi 5,1 persen dibandingkan dengan pertumbuhan marginal sebesar 0,4 persen pada kuartal ketiga, sebagian besar karena peningkatan produksi kelapa sawit.
Sementara itu, sektor pertambangan mencatat peningkatan sebesar 1,1 persen, mencerminkan perlambatan produksi minyak mentah dan kondensat. (Wahyu Dwi Anggoro)