AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19567.55
-2.18%
-435.89
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Empati untuk Disabilitas, Kemenhub Gelar Pelatihan Buat Operator Angkutan Umum

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Jum'at, 03 Desember 2021 07:44 WIB
Guna mendorong rasa empati saat melayani penyandang disabilitas, Kementerian Perhubungan menggelar pelatihan khusus bagi para petugas transportasi umum.
Empati untuk Disabilitas, Kemenhub Gelar Pelatihan Buat Operator Angkutan Umum. (Foto: MNC Media)
Empati untuk Disabilitas, Kemenhub Gelar Pelatihan Buat Operator Angkutan Umum. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Guna mendorong rasa empati saat melayani penyandang disabilitas, Kementerian Perhubungan menggelar pelatihan khusus bagi para petugas penyelenggara (operator) sarana dan prasarana transportasi.

Sekretaris Jenderal Kemenhub, Djoko Sasono, mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemenhub, untuk mendorong  operator sarana dan prasarana transportasi, dalam rangka melaksanakan pelayanan yang responsif dan ramah kepada penguna jasa berkebutuhan khusus.

“Melalui pelatihan ini diharapkan para petugas dari operator bidang transportasi dapat menjadi insan yang memiliki empati dan sensitivitas terhadap pengguna jasa transportasi, khususnya para penyandang disabilitas. Juga diharapkan dapat menyebarkan pengetahuannya kepada rekan-rekan yang lain,” kata Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono, melalui keterangan resmi yang diterima MPI, Jumat (3/12/2021).

Djoko mengatakan, hal tersebut mengacu pada landasan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Di mana dalam UU tersebut mengamanatkan dilaksanakannya azas pelayanan publik yaitu: adanya kesamaan hak, persamaan perlakuan (tidak diskriminatif) dalam memberikan pelayanan, dan penyediaan fasilitas dan perlakuan bagi kelompok rentan, termasuk para penyandang disabilitas,” paparnya. 

Sebagai informasi, adapun  narasumber dalam kegiatan pelatihan tahun ini berasal dari Gerakan Aksesbilitas Umum Nasional (GAUN), yang merupakan gerakan penyandang disabilitas untuk mengadvokasi penyediaan aksesibilitas pada infrastruktur bangunan publik, sarana transportasi publik, jalur pedestrian, serta layanan ramah disabilitas sebagai wujud kesamaan hak dalam hidup berkota.

“Pelayanan transportasi harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi para penyandang disabilitas. Pelayanan yang diberikan harus cepat, mudah diakses, dan terjangkau,” pungkas Sesjen Djoko. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD