AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Era Digital, Erick Thohir: Kita Butuh 17,5 Juta Tenaga Kerja Melek Teknologi

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 20 Januari 2022 21:33 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mencatat kebutuhan 17,5 juta sumber daya manusia di sektor teknologi.
Era Digital, Erick Thohir: Kita Butuh 17,5 Juta Tenaga Kerja Melek Teknologi (Dok.MNC Media)
Era Digital, Erick Thohir: Kita Butuh 17,5 Juta Tenaga Kerja Melek Teknologi (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Indonesia membutuhkan 17,5 juta tenaga kerja yang memiliki skill teknologi yang mumpuni. Kebutuhan itu mendesak di tengah disrupsi teknologi saat ini. 

Menteri BUMN Erick Thohir mencatat, kebutuhan 17,5 juta human capital atau sumber daya manusia di sektor teknologi diperlukan untuk mendorong pertumbuhan makro ekonomi nasional. 

"Kita memerlukan yang namanya knowledge based economy, kita memerlukan 17,5 juta tenaga kerja yang melek teknologi, kita memerlukan pengusaha baru yang mengerti teknologi," ujar Erick saat memberi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Pemerintah, kata Erick, menginginkan akselerasi human capital berbasis digital. Karena itu, otoritad tidak mau terjebak dalam pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan tol, bandar udara (bandara), hingga pelabuhan.

Menurutnya, jenis infrastruktur fisik itu akan terus dibangun, akan tetapi pemerintah juga berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur digital seperti data center hingga fiber optik. Erick menilai, 2-3 tahun kedepan akan menjadi masalah bagi Indonesia, bila konstruksi infrastruktur digital tidak dimulai saat ini. 

"Pembangunan yang namanya digital infrastruktur, ini yang menjadi masalah 2-3 tahun kedepan. Karena itu kita dorong sekarang di pemerintahan di kementerian, termasuk kami di Kementerian BUMN untuk melakukan pembangunan yang namanya data center, fiber optik, wifi masuk desa," ungkap dia.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD