AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Erick Thohir Buka-bukaan Soal Geothermal RI, Sebut akan Jadi Nomor Satu di Dunia

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 15 September 2021 18:16 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan Holding Geothermal Indonesia (HGI) atau Panas Bumi akan menjadi entitas terbesar di dunia.
Ilustrasi energi panas bumi

IDXChannel -  Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan Holding Geothermal Indonesia (HGI) atau Panas Bumi akan menjadi entitas terbesar di dunia. Potensi tersebut dihitung berdasarkan potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia. 

Saat ini, pembentukan holding dalam proses penggabungan aset antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT PLN Gas and Geothermal (PLN GG). Dalam perhitungan pemegang saham, setelah holding terbentuk dan diresmikan, entitas di sektor energi itu akan menjadi terbesar ke-3 di dunia.

Namun, dalam perjalanannya akan menjadi terbesar pertama di dunia karena potensi yang dimiliki. 

"Bahwa kita punya (Holding) Geothermal, kalau tidak salah nomor 3 secara kapasitas di dunia, tetapi kita akan menjadi nomor satu karena potensi banyak sekali," ujar Erick dalam program Special Dialogue IDX Channel, Rabu (14/9/2021). 

Dalam arsip MNC Portal Indonesia, PT PLN (Persero) menilai pembentukan HGI mempercepat dan mengoptimalkan pengembangan potensi panas bumi di Indonesia. Karena itu, PLN terus memberikan dukungan terhadap pembentukan holding ini.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi menyebut, pihaknya mendukung pemegang saham mensinergikan entitas-entitas usaha yang selama ini mengelola energi panas bumi ke dalam HGI.

Langkah itupun berdasarkan perhitungan potensi energi panas bumi Indonesia yang mencapai 25 GW atau setara 40 persen cadangan potensi panas bumi dunia.

Namun, pemanfaatannya baru sekitar 2,1 GW. Melihat besarnya potensi tersebut diperlukan terobosan untuk mengakselerasi pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik.

"Sebab, tujuan utama dari pembentukan holding ini bukan untuk mengerdilkan satu sama lain, melainkan justru untuk membesarkan setiap entitas dan menggarap potensi panas bumi sebesar-besarnya," kata Agung. 

Melalui holding ini, lanjut Agung, seluruh sumber daya, aset yang dimiliki oleh setiap entitas, termasuk sumber daya manusia dengan keahlian-keahlian spesifik, akan tetap dioptimalkan. Proses ini akan menghasilkan holding panas bumi yang jauh lebih besar daripada yang sekarang ada.

Rencana pemerintah membentuk Holding Panas Bumi tersebut juga sesuai dengan transformasi PLN dalam pilar Green yang dicanangkan sejak 21 April 2020. PLN terus mendukung transisi energi di Indonesia dengan gencar mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan, salah satunya panas bumi. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD