AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

ESDM: RI Satu-satunya Negara yang Manfaatkan Bio Diesel Skala Besar

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Rabu, 13 Oktober 2021 11:47 WIB
Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memanfaatkan tanaman sawit menjadi bahan bakar diesel alias (bio diesel) dalam skala besar.
ESDM: RI Satu-satunya Negara yang Manfaatkan Bio Diesel Skala Besar (FOTO: MNC Media)
ESDM: RI Satu-satunya Negara yang Manfaatkan Bio Diesel Skala Besar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memanfaatkan tanaman sawit menjadi bahan bakar diesel alias (bio diesel) dalam skala besar.

Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana. Ia menyebut Indoneisa telah berkomitmen akan menurunkan gas rumah kaca sebanyak 29 persen. 

Dalam aktualisasinya, pihaknya mengaku Kementerian ESDM siap mewujudkan hal tersebut dengan menargetkan energi terbarukan sebanyak 23  persen pada tahun 2025 .

"Indonesia sudah berkomitmen di Paris agreement.ita itu akan menurunkan gas rumah kaca sebanyak 29 persen, kita juga kementerian ESDM dalam hal ini  memiliki target  energi terbarukan itu 23  persen di tahun  2025,' kata Dadan Kusdiana dalam program Market Review IDX Channel, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya hingga saat ini di Indonesia percepatan energi terbarukan hanya berada di angka 11,2  persen.

"Salah satu langkahnya apa, kita dorong pemanfaatan bio fuel  dan bio diesel sudah berjalan  kita sudah berjalan kita sekarang sudah 30 persen . Ini satu-satunya negara yang memanfaatkan biodiesel dalam jumlah yang cukup besar secara nasional dengan standar kualitas yang terus kita jaga," paparnya. 

Kemudian untuk bensin ia menyebutkan bahwa  saat ini  belum dicampur dengan bahan bakar nabati.

"Kemudian untuk yang avtur ini sudah diproduksi 100 persen sudah di dalam negeri jadi kita tidak impor tapi kan ini fosil, kita dorong kita dukung dengan energi bersih jadi tidak menambah rumah kaca lingkungan terhadap global," ujarnya. 

Meski demikian, hal lainnya misalkan terjadinya nilai tambah ini hilirisasi sawit yang didukung terus oleh pihak pemerintah agar supaya nilai tambah bisa dinikmati oleh masyarakat kita sendiri.

"Jadi ada sisi lingkungan, industri, ketahanan energi, sisi keekonomian, yang in sya allah supaya kalau dinaikan maka hasilnya optimal dan benefitnya terhadap indonesia semakin besar. Kita sama sama optimis,  bahan baku ada, marketnya pun ada disini," tandasnya.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD