Hingga saat ini area Kamojang merupakan area tertua perusahaan. Eksplorasi pertama Pertamina di kawasan tersebut dilakukan pada 1974, sedangkan lima unit PLTP di Kamojang telah beroperasi secara komersial sejak 1983. Saat ini, total kapasitas terpasangnya mencapai 235 megawatt (MW).
Dengan demikian, Kamojang menjadi salah satu contoh penting bagaimana pengelolaan reservoir dan aset jangka panjang dilakukan untuk mempertahankan keberlanjutan pembangkitan panas bumi.
Selain menghadapi penurunan alami reservoir, PGE juga menghadapi tantangan berupa meningkatnya usia aset atau aging asset. Untuk menjaga keandalan fasilitas produksi, perusahaan menerapkan predictive maintenance serta manajemen aset berbasis ISO 55001.
"Aging asset ini juga menjadi tantangan, ini kami overcome dengan tadi kita melakukan predictive maintenance. Kemudian, kami juga melakukan aset manajemen itu untuk menjamin bahwa seluruh aset tersebut dioptimalisasi dan dikelola secara baik," katanya.
Penerapan manajemen aset tersebut, lanjutnya, ditujukan agar seluruh aset dapat dikelola secara optimal sepanjang siklus hidupnya. Di sisi lain, perusahaan juga terus melakukan cost optimization agar keandalan operasi tetap terjaga dengan biaya yang tepat guna.
Strategi menjaga reservoir dan aset tersebut menjadi semakin penting karena PGE terus meningkatkan kapasitas dan produksinya. PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW melalui operasi sendiri di enam area. Kapasitas tersebut meningkat dari 672 MW setelah PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW mulai beroperasi secara komersial pada Juni 2025.
Dari sisi produksi, PGE mencatat produksi listrik panas bumi sebesar 5.095,48 gigawatt hour (GWh) sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah (all time high) perusahaan dan meningkat 5,55 persen dibandingkan 2024.
Memasuki 2026, kinerja produksi juga menunjukkan peningkatan. Data earnings call PGE mencatat produksi listrik pada kuartal I-2026 mencapai 1.370 GWh, naik 15,22 persen dibandingkan 1.189 GWh pada periode yang sama 2025. Peningkatan tersebut berlangsung setelah kapasitas operasi PGE bertambah dari 672 MW menjadi 727 MW.
PGE juga masih memiliki ruang ekspansi. Perusahaan menargetkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri mencapai 1 GW dalam sekitar dua tahun ke depan. Pada 20 Agustus 2026, PGE menyebut target tersebut merupakan bagian dari rencana peningkatan kapasitas hingga 1,8 GW pada 2034.