AALI
9925
ABBA
400
ABDA
6500
ABMM
1555
ACES
1275
ACST
236
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
330
AGII
1485
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4290
AKSI
400
ALDO
960
ALKA
240
ALMI
246
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.74
-0.54%
-2.76
IHSG
6603.80
0.02%
+1.23
LQ45
945.59
-0.48%
-4.58
HSI
23996.87
0.06%
+13.21
N225
28860.62
1.42%
+405.02
NYSE
0.00
-100%
-16591.97
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,343
Emas
824,868 / gram

Hadapi PPKM, Pedagang: Untung 100 Persen Jadi 25 Persen, Itu Juga Alhamdulillah

ECONOMICS
Dimas Choirul
Senin, 02 Agustus 2021 18:31 WIB
Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 sangat terasa bagi sejumlah pedagang kaki lima.
Hadapi PPKM, Pedagang: Untung 100 Persen Jadi 25 Persen, Itu Juga Alhamdulillah. (Foto: MNC Media)
Hadapi PPKM, Pedagang: Untung 100 Persen Jadi 25 Persen, Itu Juga Alhamdulillah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 sangat terasa bagi sejumlah pedagang kaki lima. Salah satunya seperti yang dirasakan oleh Baswoko (60) pedagang petisan buah.

Dengan tangannya yang sudah mulai menua, Baswoko sudah berdagang selama delapan jam sembari menunggu pembeli. Saat kondisi normal, lelaki asal Madiun, Jawa Timur ini berjualan di halaman depan Universitas Mercu Buana ini mengaku banyak mahasiswa yang membeli dagangannya.

Tak kurang dari Rp400 hingga Rp500 ribu dikantonginya dalam sehari. Namun, sekarang ini untuk mendapatkan nominal itu hanya harapan yang sulit.

Jika aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang dia mengaku tidak setuju. Menurutnya, hal itu malah menambah derita keluarganya yang tak punya apa-apa di Jakarta.

"Sekarang ini sepi, enggak kaya dulu," kata Baswoko saat ditemui Reporter MNC Portal, Senin (2/8/2021).

Baswoko mengaku, selama PPKM Mikro, Darurat hingga Level 4, ia tidak mendapatkan subsidi atau bantuan sepeserpun dari pemerintah. Lantas ia meminta istrinya untuk membantu mencari uang untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

"Cukup enggak cukup ya dicukupin," sahutnya.

Sama halnya dengan Baswoko, pedagang Warung Tegal, Tuti (45), mengaku kaget bila PPKM Level 4 diperpanjang lagi. Ia merasa sedih dan prihatin akan dagangannya yang makin hari makin sepi.

"Ini aja selama Covid omzet menurun, terus mau dilanjut PPKM. Asli. Mau nangis bener-bener deh. Enggak jelas banget," kata Tuti.

Tuti mengatakan, di saat keadaan normal, ia berhasil meraup untung hingga 100 persen. Namun, saat pandemi Covid-19 menyerang Indonesia, ia mengalami penurunan omzet yang sangat drastis. 

"Bener-bener kita dari untung 100 persen jadi 25 persen. Itu juga alhamdulillah," ungkapnya.

Karena itu, Ibu empat anak ini tak sepakat dengan rencanan diperpanjangnya kembali aturan PPKM Level 4. Menurutnya, kebijakan itu hanya sia-sia. Terlebih, membuat pedagang sepertinya makin sengsara. 

"Toh ada enggak ada PPKM enggak berpengaruh juga bagi masyarakat," akunya.

Untuk diketahui, hari ini, Senin 2 Agustus 2021 adalah hari terkahir perpanjangan PPKM Level 4 se- Jawa-Bali. Terdapat pro dan kontra dari masyarakat mengenai bakal dilanjut perpanjang atau tidak. 

Bagi yang sepakat, mereka beralasan masih banyaknya angka kasus positif Covid-19 di berbagai daerah di pulau jawa. 

Namun, di sisi lain, seperti para pekerja informal atau pedagang kaki lima, diperpanjangnya aturan PPKM level 4 ini membuat kantong mereka meronta-ronta. Kebanyakan dari mereka, tak ingin mati kelaparan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD