AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Hadapi Varian Omicron, Epidemiolog Sarankan Waktu Karantina Kembali Jadi Tujuh Hari

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Minggu, 28 November 2021 12:23 WIB
Kasus positif terkonfirmasi dari varian omicron sendiri sejauh ini sudah menyentuh di angka 113 .
Epidemiolog sarankan waktu karantina kembali jadi tujuh hari . (Foto: MNC Media)
Epidemiolog sarankan waktu karantina kembali jadi tujuh hari . (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Varian baru dari virus corona, yang diberi kode B.1.1.529 atau dengan nama varian omicron tengah menjadi perhatian dunia global saat ini. Mengingat varian virus ini sudah resmi dinyatakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu varian virus yang harus diwaspadai, varian of concern (VOC).

Kasus positif terkonfirmasi dari varian omicron sendiri sejauh ini sudah menyentuh di angka 113 kasus yang tersebar di berbagai benua, mulai dari Afrika, Asia hingga Eropa. Merujuk pada situasi ini, epidemiolog Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman melihat metode screening di perbatasan wilayah atau negara harus semakin diperketat.

“Kalau melihat betapa efektif dan cepatnya penularan ini dan melihat juga apa yang terjadi pada varian alfa, beta dan delta. Menutup diri, memblokade  kedatangan itu enggak efektif, yang harus dilakukan itu yang bisa mencegah satu varian baru masuk ke dalam suatu wilayah atau negara, yang pertama adalah sistem screening perbatasan yang kuat, ketat dan konsisten,” ujar dr. Dicky kala dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (28/11/2021).

Screening dalam artian, bukan hanya tes PCR saat sebelum kedatangan atau saat sampai di suatu negara. dr. Dicky menyarankan, masa karantina harus dijalankan setidaknya selama tujuh hari. Menurutnya sebagai epidemiolog, masa karantina selama 7 hari sekarang adalah hal wajib alias bersifat mandatory.

“Menurut saya, dengan adanya variant omicron yang sangat serius dan berpotensi membuat ledakan baru dunia ya, saya enggak bicara ledakan 3 Indonesia, tapi ledakan dunia ya. Ini memberi pesan bahwa 7 hari karantina menjadi sangat mandatory atau wajib, karena tes PCR nya bukan hanya saat kedatangan atau sebelum keberangkatan, tapi juga di hari kelima dan keenam di masa karantina,” lanjutnya.

Menurutnya, saat ini banyak negara di dunia termasuk di antaranya negara-negara berkembang yang acuh dalam penerapan masa karantina.

Banyak negara yang abai dalam hal ini, masa karantina kurang dari 7 hari, apalagi negara-negara berkembang. Banyak hal yang akhirnya membuat negara-negara ini tak disiplin. Saat ini secara umum, kalau PCR kita yang harus dilakukan di tiap kedatangan itu sudah benar, tapi masa karantina ini yang masih jadi tarik ulur,” pungkas dr. Dicky. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD