AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Hanya Andalkan Investor, Potensi Startup Gulung Tikar Masih Tinggi di Akhir 2021

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Jum'at, 11 Juni 2021 15:39 WIB
Perusahaan rintisan digital diprediksi masih menghadapi potensi gulung tikar hingga akhir tahun 2021.
Perusahaan rintisan digital diprediksi masih menghadapi potensi gulung tikar hingga akhir tahun 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Perusahaan rintisan digital diprediksi masih menghadapi potensi gulung tikar hingga akhir tahun 2021. Hal tersebut disebabkan, banyak pendiri start up yang masih hanya bergantung pada investor selama pandemi Covid-19.

Ketua Umum Start Up Teknologi Indonesia, Handito Joewono menuturkan, fenomena start up adalah perusahaan baru atau perusahaan rintisan yang ingin maju cepat dengan mengoptimalkan teknologi.

“Sebenarnya bisnis ini lumrah, banyak gitu. Tetapi memang satu tahun terakhir ini tingkat risikonya banyak sekali, ini yang memang mengkhawatirkan,” tuturnya dalam acara Market Review IDX Channel, Jumat (11/6/2021).

Handito menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir ini, pendirian perusahaan start up memang terbilang kurang kuat. “Pendirian start up company agak kalah kuat dalam beberapa bulan terakhir di semester pertama tahun 2021 ini. Karena yang tadinya diperkirakan dari 2020 masuk 2021 sudah mulai cepat-cepat bisa tampil lah, tapi ternyata engga,” jelas dia.

Sementara itu, dia mengatakan, para investor sendiri sekarang ini semakin disiplin. Artinya, para investor banyak mempertimbangkan masa depan dari perusahaan start up. Oleh karena itu, menurutnya, perusahaan start up harus menyiapkan diri sebagai perusahaan dengan bisnis model yang benar.

“Investornya sendiri juga sekarang semakin pelit gitu, maksudnya semakin disiplin lah. Terkait ada prospek ke depannya atau gak, bisnis modelnya benar ga. Karenanya menjadi hal penting untuk melakukan konsolidasi,” ucap Handito. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD