"Partisipasi platform yang berpartisipasi pada kegiatan ini diperluas. Jika tahun sebelumnya peserta Harbolnas lebih banyak berasal dari platform lokapasar, tahun ini Harbolnas akan melibatkan lebih banyak platform pada ekosistem perdagangan digital seperti online travel agent, kemudian ride-hailing, dan social commerce, dan berbagai platform perdagangan serta layanan digital lainnya," ungkapnya.
Menurut Mendag Busan, perluasan cakupan Harbolnas tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.
Adapun Harbolnas 2026 akan digelar selama tujuh hari, yakni pada 10-16 Desember 2026. Pemerintah menargetkan nilai transaksi pada tahun ini meningkat sekitar 5-10 persen dibandingkan capaian Harbolnas 2025.
"Total penjualan selama Harbolnas tahun 2025 mencapai Rp36,4 triliun atau meningkat 17 persen dibandingkan Harbolnas 2024 dengan nilai transaksi sebesar Rp31,2 triliun. Harbolnas 2026, nilai transaksi diharapkan meningkat sekitar 5 sampai 10 persen dibandingkan capaian Harbolnas 2025," kata dia. (Febrina Ratna Iskana)