IDXChannel - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pengusaha Warteg.
Ketua Komunitas dan Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, mengatakan para pengusaha warteg harus memutar otak agar harga makanan tetap terjangkau tanpa kehilangan pelanggan.
Menurutnya, salah satu langkah yang umum dilakukan adalah melakukan efisiensi pada porsi lauk serta memanfaatkan jaringan koperasi untuk memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih murah
"Untuk menyiasati porsi dan harga agar tetap stabil tanpa mengusir pelanggan, para pengusaha warteg biasanya terpaksa memutar otak, mulai dari memperkecil sedikit ukuran potongan lauk seperti tahu, tempe, atau ayam," katanya saat dihubungi pada Jumat (12/6/2026).
Mukroni mengatakan, pengusaha warteg juga harus mencari cara lain dalam membelanjakan bahan baku, misalnya lewat jaringan koperasi dalam jumlah besar agar mendapatkan harga grosir yang lebih miring.