"Harusnya naiknya perlahan dulu. Kayak Rp1.000, Rp2.000. Cuma kalau langsung ke Rp16 ribu sih kalau saya rasa sih ya rakyat juga (berat)," ujarnya.
Ijong menambahkan, masyarakat kini harus kembali mengatur pengeluaran rumah tangga agar dapat beradaptasi dengan kenaikan harga BBM.
"Mau enggak mau kita putar otak lagi sih. Kayak pengeluaran kita coba manage lagi, kita kita atur lagi sih kalau kalau kayak gitu sih ke depannya," kata Ijong.
Dia berharap pemerintah lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dalam mengambil kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Sebagai informasi, berdasarkan laman resmi Pertamina, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter mulai 10 Juni 2026.
(Dhera Arizona)