AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22266.17
2.52%
+547.11
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Harga Lampaui HPP, Bulog Sumut Sulit Serap Beras Petani

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Kamis, 23 Juni 2022 17:04 WIB
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Arif Mandu, mengatakan hingga pertengahan Juni 2022 ini, pihaknya baru mampu menyerap sekira 1600 ton beras petani lokal.
Harga Lampaui HPP, Bulog Sumut Sulit Serap Beras Petani (Dok.MNC)
Harga Lampaui HPP, Bulog Sumut Sulit Serap Beras Petani (Dok.MNC)

IDXChannel - Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) mengaku kesulitan menyerap beras hasil panen petani lokal. Itu karena harga beras petani lokal selalu lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP). 

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Arif Mandu, mengatakan hingga pertengahan Juni 2022 ini, pihaknya baru mampu menyerap sekira 1600 ton beras petani lokal. Padahal target yang mereka buat mencapai 27 ribu ton. 

"Bahkan sepanjang tahun lalu kita hanya mampu menyerap 2000 ton beras petani. Itu pun hanya untuk cadangan beras pemerintah," kata Arif, Kamis (23/6/2022). 

Arif menjelaskan, HPP saat ini senilai Rp 8.300 per kilogram. Sementara harga beras standar medium di Sumatera Utara sudah mencapai Rp 9 ribu per kilogram. 

"Kendalanya yah di harga yang di atas HPP. Tetapi kalau harganya tinggi, enggak papa, karena itu kan lebih baik untuk petani,” katanya. 

Untuk bisa dibeli sebagai beras PSO, kata Arif Mandu, ada kriteria yang harus dipenuhi, diantaranya, kualitas beras dengan kadar air yang harus 14% dan tingkat kepatahan (broken) sebesar 20%.

“Artinya itu standar beras medium untuk cadangan beras pemerintah.Tapi kalau beras komersil, yah bebas saja,” lanjutnya.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD