sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga LPG Non-Subsidi Bright Gas Ikut Naik, Tabung 12 Kg Dibanderol Rp228 Ribu

Economics editor Febrina Ratna Iskana
19/04/2026 19:29 WIB
Pertamina mengumumkan kenaikan harga LPG non-subsidi Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg pada Sabtu (18/4/2026). Hal itu sejalan dengan lonjakan harga energi dunia.
Harga LPG Non-Subsidi Bright Gas Ikut Naik, Tabung 12 Kg Dibanderol Rp228 Ribu. (Foto: iNews Media Group)
Harga LPG Non-Subsidi Bright Gas Ikut Naik, Tabung 12 Kg Dibanderol Rp228 Ribu. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel – PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga LPG non-subsidi Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg pada Sabtu (18/4/2026). Hal itu sejalan dengan lonjakan harga energi dunia.

Dilansir dari mypertamina.id, harga Bright Gas di wilayah Jawa-Bali-NTB 5,5 Kg dijual seharga Rp107.00 per tabung. Sebelumnya, harga gas 5,5 kg dijual Rp90.000, itu artinya terjadi kenaikan Rp17.000.

Sementara itu, Bright Gas 12 Kg dipatok Rp228.000 per tabung, itu artinya terjadi kenaikan harga hingga Rp36.000 dari sebelumnya Rp192.000 per tabung.

Untuk wilayah Sumatera, LPG 5,5 Kg dibanderol Rp111.000 dan 12 Kg dipatok sebesar Rp230.000 per tabung. Khusus wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam untuk berat 5,5 Kg dijual Rp100.000 dan 12 Kg seharga Rp208.000.

Sementara itu, Kalimantan untuk gas pink 5,5 kg sebesar Rp114.000 dan 12 kg dipatok Rp238.000. Sedangkan khusus Provinsi Kalimantan Utara (Tarakan) untuk 5,5 kg dijual seharga Rp124.000 dan LPG 12 kg seharga Rp265.000.

Harga 5,5 kg untuk Provinsi Maluku (Ambon) sebesar Rp134.000, sementara LPG 12 kg Rp285.000 per tabung.

Harga jual tersebut merupakan harga ex-Agen (Rp/tabung) berlaku untuk wilayah dengan radius 60 km dari SPBE, untuk harga jual di lokasi di luar radius 60 km ditambah dengan biaya distribusi dengan tarif yang wajar.

“Harga jual ex-Agen sudah termasuk margin Agen, PPN, dan PPh sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis Pertamina.

Di sisi lain, Pertamina juga melakukan penyesuaian harga sejumlah produk BBM non-subsidi, di antaranya Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Pertamina, kenaikan paling signifikan terjadi pada produk Pertamax Turbo. Di mana di wilayah Jakarta kini menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter per 1 April 2026.

Kenaikan juga terjadi pada Dexlite yang kini dibanderol Rp23.600 per liter, dari sebelumnya Rp14.200 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex naik menjadi Rp23.900 per liter dari harga sebelumnya Rp14.500 per liter.

Penyesuaian harga ini tidak hanya berlaku di Jakarta, tetapi juga terjadi di berbagai provinsi lain di Indonesia dengan besaran yang bervariasi.

Meski demikian, Pertamina memastikan sejumlah jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax (RON 92) tetap dijual Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green berada di level Rp12.900 per liter.

Untuk BBM subsidi, harga juga tidak berubah. Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap di angka Rp6.800 per liter.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement