AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Harga Minyak Dunia Naik Tipis Didorong Pelemahan Dolar AS

ECONOMICS
Tia Komalasari/IDXChannel
Selasa, 20 April 2021 09:26 WIB
Kenaikan harga minyak dunia dibatasi oleh kekhawatiran dari meningkatnya kasus Covid-19 di India 
Harga minyak dunia naik tipis didorong pelemahan Dolar AS. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak dunia naik lebih tinggi didorong oleh pelemahan Dolar AS. Meskipun demikian, kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran dari meningkatnya kasus Covid-19 di India 

Minyak mentah Brent naik 28 sen, atau 0,4%, menjadi $ 67,05 per barel, setelah naik 6% minggu lalu.  Minyak AS West Texas Intermediate (WTI) mengakhiri sesi naik 25 sen, atau 0,4%, menjadi $ 63,38 per barel, setelah naik 6,4% minggu lalu.

Dolar AS diperdagangkan pada level terendah dibandingkan beberapa mata uang utama sejak enam pekan lalu. Tidak hanya itu, imbal treasury juga mendekati titik terlemah selama lima pekan terakhir.

Dolar yang lebih lemah membuat minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.  Namun, kasus COVID-19 telah melonjak di India, importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, mengurangi optimisme untuk pemulihan permintaan global yang berkelanjutan.


 "Jika kelemahan berbasis luas hari ini dalam dolar AS dipertahankan, kompleks energi harus mampu mempertahankan sebagian besar kenaikan pekan lalu," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, dikutip dari Reuters, Selasa (20/4/2021).

Dia mengatakan, bahaya utama bagi berlanjutnya kekuatan harga minyak adalah kemungkinan munculnya kasus COVID-19 dalam skala luas. "Sebagian besar Asia melihat peningkatan baru dalam kasus-kasus yang dapat memaksa penilaian ulang kenaikan global baru-baru ini.  Terdapat penyesuaian terhadap jumlah permintaan minyak," ujarnya.

Seperti diketahui, India melaporkan rekor peningkatan infeksi, yang mengangkat keseluruhan kasus menjadi lebih dari 15 juta. Kondisi itu menjadikan India  sebagai negara kedua yang terkena dampak Covid-19 setelah Amerika Serikat. Sementara negeri paman Sam itu telah melaporkan lebih dari 31 juta infeksi Covid-19.

Kematian akibat COVID-19 di India juga naik dengan rekor 1.619 menjadi hampir 180.000. 

Wilayah ibu kota Delhi memerintahkan penguncian enam hari, bergabung dengan sekitar 13 negara bagian lain di seluruh India yang telah memutuskan untuk memberlakukan pembatasan, jam malam atau penguncian di kota mereka.

 "Langkah-langkah baru ini, meskipun sejauh ini kemungkinan tidak seketat apa yang kita lihat pada Maret 2020, ketika permintaan bensin dan gasoil / solar di negara itu turun hampir 60%, namun tetap akan membebani konsumsi bahan bakar transportasi,  "kata konsultan JBC. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD