AALI
10000
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1450
ACST
256
ACST-R
0
ADES
1645
ADHI
1060
ADMF
8025
ADMG
161
ADRO
1200
AGAR
420
AGII
1040
AGRO
865
AGRO-R
0
AGRS
510
AHAP
69
AIMS
490
AIMS-W
0
AISA
250
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3170
AKSI
720
ALDO
825
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
461.96
-0.19%
-0.89
IHSG
5834.39
0.01%
+0.53
LQ45
868.39
-0.13%
-1.11
HSI
28593.81
1.42%
+399.72
N225
28406.84
2.09%
+582.01
NYSE
16422.96
0.05%
+7.60
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,270
Emas
857,957 / gram

Harga Minyak Dunia Naik Tipis ke USD66,9 per Barel

MARKET NEWS
Okezone
Jum'at, 16 April 2021 09:34 WIB
Persediaan minyak mentah AS turun USD5,9 juta barel pekan lalu, data pemerintah menunjukkan pada Rabu (14/4/2021).
Harga Minyak Dunia Naik Tipis ke USD66,9 per Barel (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak dunia naik ke level tertinggi baru empat minggu pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), terangkat data ekonomi AS yang positif serta perkiraan permintaan yang lebih tinggi dari Badan Energi Internasional (IEA) dan OPEC ketika negara-negara mulai pulih dari pandemi COVID-19. 

Dilansir dari Antara, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei bertambah 36 sen atau 0,5% menjadi USD66,94 per barel, setelah melonjak hampir 4,6%. 

Sementara itu minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 31 sen atau 0,5% menjadi USD63,46 per barel, setelah terangkat 4,9% sehari sebelumnya. 

Itu adalah posisi penutupan tertinggi untuk kedua kontrak acuan sejak 17 Maret untuk hari kedua beruntun serta menempatkan kedua kontrak naik selama empat hari berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Februari. 

"Minyak mulai terhubung kembali dengan ekuitas yang kuat dengan bantuan lebih lanjut dari melemahnya dolar," kata Presiden Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch, di Galena, Illinois. 

Penjualan ritel AS rebound lebih tinggi dari yang diharapkan pada Maret ketika warga Amerika menerima bantuan langsung tunai pandemi tambahan dan karena vaksinasi COVID-19 memungkinkan keterlibatan kembali ekonomi yang lebih luas. 

Data dan laba positif dari beberapa perusahaan membantu mendorong Indeks S&P 500 dan Dow Jones ke rekor tertinggi, mendukung harapan rebound ekonomi yang lebih luas. 

IEA dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) minggu ini membuat revisi naik untuk perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global mereka tahun ini, masing-masing menjadi 5,7 juta barel per hari (bph) dan 5,95 juta bph. 

Persediaan minyak mentah AS turun USD5,9 juta barel pekan lalu, data pemerintah menunjukkan pada Rabu (14/4/2021), dengan stok minyak mentah di East Coast jatuh ke rekor terendah. 

Disiplin pasokan dan ekonomi rebound diperkirakan akan memberikan minyak kesempatan untuk keluar dari kisaran baru-baru ini, analis di Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah laporan. 

"Kami tetap positif pada minyak Brent yang memperkirakan 80 dolar AS (per barel pada kuartal ketiga) di tengah pemulihan permintaan jangka pendek dan disiplin pasokan," kata bank itu. 

Terlepas dari semua berita ekonomi bullish, beberapa pedagang energi mencatat kenaikan harga minyak kemungkinan akan dibatasi oleh rencana OPEC untuk memangkas pengurangan produksi mulai bulan depan. 

OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, setuju untuk mengembalikan produksi sekitar 2 juta barel per hari selama tiga bulan ke depan. 

Sementara itu, Amerika Serikat memberlakukan sanksi lebih luas terhadap Rusia atas tuduhan intervensi dalam pemilu AS tahun lalu, peretasan dunia maya, penindasan di Ukraina, dan tindakan-tindakan "merugikan" lainnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD