Dari sisi permintaan, Tangerang tetap menjadi primadona nasional dengan pangsa pasar pencarian sebesar 14,8 persen. Namun, Jakarta Selatan mencatatkan kenaikan proporsi popularitas bulanan terbesar (1,2 persen), menunjukkan kembalinya minat masyarakat terhadap kawasan mapan di jantung ibu kota seiring dengan koreksi harga tahunan Jakarta sebesar -1,7 persen yang menjadikannya lebih kompetitif.
Jika dilihat dari median harga berdasarkan ukuran rumah, pasar menunjukkan segmentasi yang semakin jelas. Pada Februari 2026, median harga tertinggi untuk masing-masing segmen tercatat sebagai berikut:
- ≤60 m²: Jakarta Pusat, median Rp741 juta (+25,4 persen YoY)
- 61-90 m²: Jakarta Selatan, median Rp1,6 miliar (+7,4 persen YoY)
- 91-150 m²: Yogyakarta, median Rp1,6 miliar (+7,5 persen YoY)
- 151-250 m²: Medan, median Rp1,8 miliar (+12,5 persen YoY)
- ≥251 m²: Jakarta Pusat, median Rp21 miliar (+16,7 persen YoY)
Pergerakan ini menunjukkan permintaan pasar masih datang dari berbagai segmen, baik pembeli rumah pertama di segmen hunian kecil maupun pembeli di segmen rumah dengan luas bangunan besar.
Secara keseluruhan, Flash Report Maret 2026 by Rumah123 menunjukkan pasar properti Indonesia masih berada dalam fase konsolidasi pada awal tahun. Harga yang bergerak lebih moderat, suplai yang masih menyusut, serta pembeli yang semakin selektif membentuk dinamika pasar yang lebih rasional.
"Kondisi ini sekaligus membuka ruang bagi calon pembeli untuk mempertimbangkan pembelian hunian pada momentum yang lebih stabil," ujar Marisa.
(Dhera Arizona)