AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4310
ACES
615
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7325
ADHI
740
ADMF
8275
ADMG
166
ADRO
4150
AGAR
296
AGII
2210
AGRO
605
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
107
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
314
ALDO
670
ALKA
290
ALMI
380
ALTO
168
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.38
0.16%
+0.84
IHSG
7085.87
0.15%
+10.49
LQ45
1012.78
0.11%
+1.14
HSI
18031.15
-0.31%
-56.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Jika Pertalite Naik, Inflasi RI Bisa Tembus 6,5 Persen

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Selasa, 16 Agustus 2022 13:12 WIB
Kenaikan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus angka di atas USD100 dianggap telah memberikan beban berat terhadap APBN.
Jika Pertalite Naik, Inflasi RI Bisa Tembus 6,5 Persen. (Foto: MNC Media)
Jika Pertalite Naik, Inflasi RI Bisa Tembus 6,5 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kenaikan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus angka di atas USD100 dianggap telah memberikan beban berat terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Alhasil, bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi penerima subsisi terbesar digadang-gadang untuk dapat dikurangi nilainya.

Sinyal ini dikemukakan langsung oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia. Meski saat ini harga minyak WTI sudah turun menjadi USD88,89 per barel, sedangkan APBN menetapkan harga di USD63 per barel.

Di satu sisi Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar) memastikan tak ada lagi tambahan alokasi dana subsidi untuk kebutuhan energi, pemerintah terpaksa harus mengurangi porsi subsidi pada BBM penugasan pemerintah jenis Pertalite.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bima Yudhistira mengatakan jika pemerintah menaikkan harga BBM maka otomatis inflasi bakal langsung merangkak naik. Bahkan bisa menjadi kenaikan yang tertinggi sejak September 2015.

"Jika kenaikan harga pertalite dari 7650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, diperkirakan inflasi tahun ini tembus 6-6,5% year on year. Dikhawatirkan menjadi inflasi yang tertinggi sejak September 2015," ujar Bhima kepada MNC Portal, Selasa (15/8/2022).

Bhima mejelaskan memang saat ini harga minyak dunia tengah turun, dari harga tertingginya sempat tembus USD100 perbarel, kini sudah dibawah USD100 per barel, penurunan itu menurutnya karena faktor resesi global yang membuat permintaan turun.

"Iya mulai turun tapi untuk sentuh asumsi USD63 per barel nampaknya butuh waktu," kata Bhima.

Sebelumnya, menurut Bahlil jika harga minyak saat ini berada di level USD100 per barel, maka nilai subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah dapat mencapai Rp500 triliun.

"Saya menyampaikan sampai kapan APBN kita akan kuat menghadapi subsidi yang lebih tinggi, jadi tolong teman-teman sampaikan juga kepada rakyat bahwa rasa-rasanya sih untuk menahan terus dengan harga BBM seperti sekarang feeling saya harus kita siap-siap kalau katakanlah kenaikan BBM itu terjadi," kata Bahlil pada konferensi persnya beberapa hari lalu. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD