AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Harga Sembako Terus Melonjak, Pengusaha Warteg Bisa Bangkrut

ECONOMICS
Oktorizi Alpino
Rabu, 29 Desember 2021 19:46 WIB
Ketua Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, harga sembako yang mengalami kenaikan antara lain minyak goreng, telur ayam, dan cabai
Harga Sembako Terus Melonjak, Pengusaha Warteg Bisa Bangkrut (FOTO:MNC Media)
Harga Sembako Terus Melonjak, Pengusaha Warteg Bisa Bangkrut (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Jelang akhir tahun, harga sembako mengalami kenaikan. Tak ayal kenaikan harga sembako dikeluhkan para pengusaha Warung Tegal Nusantara alias warteg

Ketua Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, harga sembako yang mengalami kenaikan antara lain minyak goreng, telur ayam, dan cabai rawit. 

"Prihatin dan keberatan karena pemerintah belum bisa mengantisipasi dengan kenaikan harga-harga komiditi," kata Mukroni saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Rabu (29/12/2021). 

Menurutnya, kenaikan harga sembako pada momen malam pergantian tahun baru acap kali terjadi dan seolah sudah menjadi hal yang lumrah. Terlebih, peran pemerintah dinilai kurang untuk meredam kenaikan harga sembako. 

Hingga Selasa (28/12/2021) di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur harga telur ayam per kilogramnya mencapai Rp 30 ribu, sementara cabai rawit Rp 90 ribu per kilogram. 

"Pemerintah tidak punya sense of respon terhadap kebutuhan rakyatnya, tentunya dengan kondisi usaha yang banyak gulung tikar karena pandemi," ujarnya. 

Mukroni menuturkan, jika kenaikan harga sembako itu tetap berlanjut dan tak ada inisiatif pemerintah untuk membantu menurunkan harga sembako maka pengusaha warteg akan bangkrut dan gulung tikar. 

Pasalnya pengusaha warteg kesulitan untuk menaikkan harga makan, alasannya hingga kini daya beli masyarakat belum sepenuhnya pilih dari dampak pandemi Covid-19. 

"Untuk pendapat atau omzet belum pulih sepenuhnya karena akibat pandemi yang menyebabkan banyak PHK dan lainnya. Mereka (pengusaha Warteg) mengharap kenaikan komoditi temporal (sementara), sehingga bisa dimaklumi," tuturnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD