AALI
9500
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
705
ACST
167
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
765
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3080
AGAR
316
AGII
2310
AGRO
850
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
84
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1615
AKRA
1180
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
296
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.01
-0.11%
-0.58
IHSG
7086.85
0.03%
+2.19
LQ45
1007.14
-0.07%
-0.66
HSI
20045.77
-0.77%
-156.17
N225
28249.24
0.26%
+73.37
NYSE
15273.23
0.32%
+49.03
Kurs
HKD/IDR 675
USD/IDR 14,929
Emas
853,771 / gram

Harga Sewa Garuda dan Citilink Paling Tinggi di Dunia, Erick Thohir: Ini Diskriminasi!

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 19 November 2021 19:52 WIB
Harga dan bunga sewa pesawat yang dipatok lessor kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Citilink Indonesia dinilai bentuk diskriminasi dalam bisnis.
Harga Sewa Garuda dan Citilink Paling Tinggi di Dunia (Ilustrasi)
Harga Sewa Garuda dan Citilink Paling Tinggi di Dunia (Ilustrasi)

IDXChannel - Harga dan bunga sewa pesawat yang dipatok lessor kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Citilink Indonesia dinilai bentuk diskriminasi dalam bisnis. Adapun bunga sewa pesawat Garuda mencapai 26 persen atau paling tinggi di dunia. 

Hal itu diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir kepada wartawan. Menurutnya, dalam proses pengadaan pesawat, para lessor menyadari harga yang mereka patok tercatat mahal.

Meski begitu, Erick mengakui upaya negosiasi yang dilakukan manajemen kedua maskapai penerbangan pelat merah masih lemah. 

"Mungkin lessor-lessor ini menyadari ketika mereka melakukan tadi, diskriminasi harga sewa Indonesia dengan negara lain, tentu apa yang harus kita koreksi? Tentu Direksi-Direksi Garuda juga melek negosiasi, sama juga dengan gonjang-ganjing perubahan ekonomi dunia, kita Menteri-Menteri harus berani yang terdepan melakukan negosiasi untuk bangsa kita," ungkap Erick saat ditemui di kawasan Hotel Indonesia, Jumat (19/11/2021). 

Mengikuti langkah Garuda Indonesia, Citilink Indonesia telah melakukan pengembalian 3 armada pesawatnya kepada lessor. Saat ini, Citilink hanya mengoperasikan 44 pesawat dari 61 armada yang dimiliki perseroan. 

Bahkan, Thohir mencatat, kemungkinan pengurangan pesawat akan terus dilakukan pemegang saham, bila harga dan bunga sewa pesawat masih tinggi. 

"Saya sudah cek Citilink, Citilink itu punya 61 pesawat, 3 diambil oleh lessor dan Citilink, dan saya sudah bicara dengan Dirut, ya kalau harganya kemahalan di ambil saja. Tetapi Citilink dari 61 pesawat, 3 diambil lessor, masih ada 14 yang maintenance, 44 masih terbang," katanya.

Sementara, Armada pesawat yang dioperasikan Garuda Indonesia terus mengalami penyusutan. Saat ini, jumlah pesawat yang digunakan emiten penerbangan pelat merah itu mencapai 125 pesawat.

Adapun rincian 125 armada tersebut terdiri dari 6 pesawat milik Garuda Indonesia dan 119 merupakan pesawat sewa. Jumlah itu berkurang dari total pesawat yang dioperasikan sebelumnya.

Dimana, pada Juni 2021 total armada perusahaan tercatat sebanyak 142, terdiri atas 136 pesawat sewa dan 6 pesawat milik Garuda. Dengan begitu, jumlah pesawat sewa mengalami pengurangan hingga 11 armada. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD