AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Hari Kebangkitan Nasional, Menkes Ungkap Catatan Sejarah Dokter di RI 

ECONOMICS
Binti Mufarida
Kamis, 20 Mei 2021 11:38 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan catatan singkat mengenai peran para dokter di Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati tiap 20 Mei.
MNC Media
MNC Media

IDXChannel--Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan catatan singkat mengenai peran para dokter di Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei.

“Menengok sejarah peran dokter di Hari Kebangkitan Nasional, sebuah catatan singkat dari seorang non-dokter,” ungkap Budi yang menjabat sebagai Menkes namun dengan latar belakang ekonom dan bukan seorang dokter, lewat akun media sosial pribadinya, Kamis (20/5/2021). 

Budi mengatakan dirinya terinspirasi oleh tulisan seorang dokter muda Indonesia, dr. Jagaddhito Probokusumo. Dia pun menuliskan dengan menengok sejarah satu abad yang lalu, para calon dokter di Stovia yang dipelopori oleh Soetomo dan Goenawan Mangoenkoesoemo, terpanggil untuk mendirikan Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.

“Para Dokter saat itu adalah profesi yang sangat elit, namun juga adalah profesi yang bersinggungan langsung dengan penderitaan rakyat,” kata Budi.

Para dokter saat itu, kata Budi, adalah pemuda-pemudi terpintar yang dimiliki Indonesia, namun juga adalah putra-putri yang berhadapan langsung dengan rakyat tidak berpendidikan di seluruh pelosok Nusantara.

“Para dokter saat itu adalah patriot yang merasa tidak nyaman dengan kondisi negeri yang terus-menerus ditekan oleh para penjajah, dan bertindak untuk melakukan transformasi sosial dan politik untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” paparnya.

“Lebih seratus tahun kemudian sejarah berulang kembali,” kata Budi.

Para dokter saat ini, ungkap Budi, adalah tetap profesi yang sangat elit, namun juga adalah profesi yang paling bersentuhan dan menangani langsung jutaan rakyat kita yang sangat menderita di masa pandemi Covid-19.

“Para Dokter saat ini adalah tetap terdiri dari pemuda-pemudi terpintar yang dimiliki Indonesia, namun juga adalah putra-putri yang harus selalu menjelaskan ke ratusan juta rakyat Indonesia, yang sangat beragam level pendidikannya, tentang pentingnya menerapkan protokol esehatan untuk keselamatan kita bersama,” katanya.

Budi mengatakan para dokter saat itu adalah patriot yang merasa tidak nyaman dengan kondisi negeri yang didera oleh gelombang penularan Pandemi Covid-19, dan bertindak untuk melakukan transformasi sistem kesehatan Indonesia yang lebih baik.

“Membangun manusia Indonesia, agar hidup sehat dan sejahtera, berapapun usia mereka, dimanapun mereka tinggal di seluruh pelosok Nusantara,” ungkapnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD