AALI
12750
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3250
ACES
1005
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4850
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
190
ADRO
3310
AGAR
356
AGII
1950
AGRO
965
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
1030
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
302
ALMI
286
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
545.43
1.17%
+6.31
IHSG
6947.67
1.82%
+124.33
LQ45
1020.69
1.24%
+12.49
HSI
20502.48
1.9%
+381.80
N225
26708.55
1.16%
+305.71
NYSE
15035.87
-0.06%
-8.65
Kurs
HKD/IDR 1,875
USD/IDR 14,728
Emas
870,824 / gram

Hati-hati Jual Foto Selfie KTP Jadi NFT, Bahaya dan Bisa Didenda Rp1 M

ECONOMICS
Intan Rakhmayanti Dewi
Senin, 17 Januari 2022 12:15 WIB
Menjual foto dokumen kependudukan dan melakukan foto selfie dengan dokumen KTP di sampingnya untuk verivali tersebut sangat rentan adanya tindakan fraud
Hati-hati Jual Foto Selfie KTP Jadi NFT, Bahaya dan Bisa Didenda Rp1 M (FOTO:MNC Media)
Hati-hati Jual Foto Selfie KTP Jadi NFT, Bahaya dan Bisa Didenda Rp1 M (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Saat ini, fenomena bisnis digital melalui Non Fungible Token (NFT) sedang ramai, terlebih sejak Ghozali Everyday sukses menjual foto selfie dirinya dan meraup miliar rupiah. 

Namun belakangan, orang mulai kehilangan akal dengan menjual foto dokumen kependudukan, seperti KTP dan foto selfie dengan KTP. 

Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, menjual foto dokumen kependudukan dan melakukan foto selfie dengan dokumen KTP  di sampingnya untuk verivali tersebut sangat rentan adanya tindakan fraud, kejahatan oleh ‘pemulung data’ atau pihak-pihak tidak bertanggung jawab. 

Sebab data kependudukan tersebut dapat dijual kembali atau digunakan dalam transaksi ekonomi online seperti pinjaman online 

"Ketidakpahaman penduduk terhadap pentingnya melindungi data diri dan pribadi menjadi isu penting yang harus disikapi bersama-sama oleh semua pihak." katanya dalam keterangan pers. 

Berkaitan dengan kegiatan ekonomi online, Zudan mengimbau kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih pihak-pihak yang dapat dipercaya, terverifikasi dan memberikan jaminan kepastian kerahasiaan data diri, atau pribadi. 

Sebab masih banyak lembaga keuangan baik perbankan maupun non perbankan yang sudah terdaftar pada OJK, mensyaratkan foto KTP dan foto selfie harus diunggah. 

Sanksinya tidak main-main, bagi pihak-pihak yang mendistribusikan dokumen kependudukan termasuk dirinya sendiri yang memiliki dokumen kependudukan seperti foto KTP-el di media online tanpa hak, maka terdapat ancaman pidana penjara paling lama 10  tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. 

"Hal ini diamanatkan dalam Pasal 96 dan Pasal 96A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan," pungkasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD