AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Hati-hati! Modus Penipuan Kartu Kredit Semakin Marak, Korban Bank BUMN Rugi hingga Ratusan Juta

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta
Senin, 30 Agustus 2021 17:10 WIB
Yusri menjelaskan mula pelaku berhasil menipu Bank BUMN tersebut. ICN dengan menggunakan aplikasi mencari Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP orang lain.
Hati-hati! Modus Penipuan Kartu Kredit Semakin Marak, Korban Bank BUMN Rugi hingga Ratusan Juta (FOTO:MNC Media)
Hati-hati! Modus Penipuan Kartu Kredit Semakin Marak, Korban Bank BUMN Rugi hingga Ratusan Juta (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap pelaku penipuan Bank BUMN berinisial ICN alias I. Dia menipu hingga ratusan juta dengan modus pengajuan kartu kredit hasil pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP). 

"Korbannya adalah bank nasional," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (30/8/2021). 

Yusri menjelaskan mula pelaku berhasil menipu Bank BUMN tersebut. ICN dengan menggunakan aplikasi mencari Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP orang lain secara acak.  

Setelah mendapatkan NIK tersebut, pelaku kemudian membuat KTP palsu dan mengajukan pembuatan kartu kredit di BUMN tersebut. Pelaku cukup berani mengambil resiko, dia akan berangkat ke daerah tempat pemilik NIK tersebut.  

"Mengambil NIK ini random. Misalnya NIK ini adanya di Gorontalo, dia akan berangkat ke Gorontalo untuk mengajukan pembuatan kartu kredit di bank sana. Nanti setelah jadi, diambil uangnya menggunakan kartu kredit yang ada. Kalau dapatnya di Surabaya, dia berangkat ke Surabaya," ungkap Yusri. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ICN telah menggunakan 15 NIK untuk memalsukan KTP dan mengajukan pembuatan kartu kredit. Aksinya telah berjalan selama sekitar 4 tahun sejak 2017 hingga tertangkap pada 23 Agustus 2021 di Tasikmalaya, Jawa Barat. 

"Sejak tahun 2017 sampai sekarang, sudah lebih dari Rp 360 juta dia meraup keuntungan daripada penipuan bank tersebut," ujar Yusri. Polisi kini telah menetapkan ICN sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 378 KUHP dan 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD