AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Hebat! Keterbatasan Ekonomi Tak Halangi Kebiasaan Fahria Berbagi

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 27 Mei 2022 00:02 WIB
Fahria (56) namanya, perempuan ini tinggal di Jalan Hikmah Banua, Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin.
Hebat! Keterbatasan Ekonomi Tak Halangi Kebiasaan Fahria Berbagi. (Foto: ACT/Adv)
Hebat! Keterbatasan Ekonomi Tak Halangi Kebiasaan Fahria Berbagi. (Foto: ACT/Adv)

IDXChannel – Fahria (56) namanya, perempuan ini tinggal di Jalan Hikmah Banua, Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin. Diusianya yang tak lagi muda bukan menjadi halangan bagi Fahria untuk terus bekerja. Ia kini menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan hidangan siap santap.

Kegiatan berdagang terus Fahria lakukan setelah sang suami, Rahmansyah (62) yang menjadi tulang punggung keluarga, mengalami sakit jantung. Rahmansyah yang sebelumnya bekerja sebagai buruh, kini tak bisa melakukan pekerjaan berat.

Fahria menjual bungkus demi bungkus nasi setiap pagi dengan berkeliling menggunakan gerobaknya. Walaupun mendapatkan penghasilan yang tak menentu, Fahria tetap berusaha yang terbaik dan selalu bersyukur.

“Uang hasil jualan untuk kami makan sehari-hari, sekalian untuk biaya berobat bapak juga,” kata Fahria, Senin (14/3/2022).

Terbiasa Berbagi Kebaikan

Keadaan perekonomian Fahria dan keluarga memang serba pas-pasan. Namun, kebiasaan berbagi dengan sesame tidak pernah ia lupakan.

Fahria menyisihkan sebagaian barang dagangannya untuk diberikan kepada tetangga ataupun mengirimnya ke panti asuhan. Fahria tidak pernah khawatin dengan penghasilannya yang berkurang, ia menyakini bahwa rejeki bisa didapatkan dari manapun.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD