AALI
9800
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
755
ACES
1470
ACST
286
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1170
ADMF
8100
ADMG
172
ADRO
1195
AGAR
426
AGII
1110
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
550
AKRA
3330
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
234
ALMI
236
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
473.16
-0.1%
-0.47
IHSG
5969.69
-0.1%
-6.22
LQ45
889.78
-0.07%
-0.63
HSI
28515.76
0.34%
+97.78
N225
29391.19
2.01%
+578.56
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,857
USD/IDR 14,435
Emas
829,817 / gram

Hemat Energi hingga 15 Persen, Kompor Listrik Belum Tentu Pangkas Subsidi Elpiji

ECONOMICS
Oktiani/Koran Sindo
Kamis, 01 April 2021 15:21 WIB
Hal ini karena masyarakat belum terbiasa menggunakan kompor listrik.
Masyarakat belum terbiasa menggunakan kompor listrik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan,  penggunaan kompor induksi listrik secara masif dapat meningkatkan kenaikan pertumbuhan konsumsi listrik ke depannya. Namun, penghematan subsidi elpiji belum tentu terjadi. Hal ini karena masyarakat belum terbiasa menggunakan kompor listrik.

Menurut Fabby, kompor listrik baru banyak digunakan oleh masyarakat urban. "Saat ini banyak peralatan masak listrik seperti teko listrik, microwave, digital fyer yang fungsinya sama seperti penggorengan. Itu sudah banyak dilakukan masyarakat urban. Jadi tidak semua menggunakan kompor induksi listrik," tuturnya ketika dihubungi, Kamis (1/4/2021)..

Dia mengatakan, penghematan dari penggunaan kompor induksi listrik bisa sebesar 10-15%. "Penghematannya itu bisa 10-15% dengan energi yang sama. Misalnya, memanaskan air 1 liter dengan kompor listrik dan kompor LPG itu setelah dihitung hemat 10-15%," ujarnya 

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, penggunaan kompor listrik justru menguntungkan masyarakat. Jika 15 juta kompor terpakai maka penghematan yang luar biasa dalam menekan kompor LPG.

"Rakyat diuntungkan yang rata-rata biaya masak di rumah Rp147.000, jadi Rp118.000 per bulan, hemat lagi 20%," ujarnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD