AALI
9750
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
290
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1175
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
940
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
530
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3370
AKSI
785
ALDO
890
ALKA
254
ALMI
236
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.68
-0.2%
-0.95
IHSG
5970.24
-0.09%
-5.67
LQ45
888.95
-0.17%
-1.47
HSI
28637.46
0.77%
+219.46
N225
29331.37
1.8%
+518.74
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,315
Emas
824,769 / gram

Ikut Foodex Jepang, Mendag : Momentum Industri Mamin Cari Peluang Saat Pandemi

ECONOMICS
Ferdi Rantung/Sindonews
Rabu, 10 Maret 2021 12:45 WIB
Indonesia kembali berpartisipasi di pameran The 46th International Food and Beverage Exhibition (Foodex) 2021.
Indonesia kembali berpartisipasi di pameran The 46th International Food and Beverage Exhibition (Foodex) 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia kembali berpartisipasi di pameran The 46th International Food and Beverage Exhibition (Foodex) 2021 yang diselenggarakan pada 9—12 Maret 2021 di Makuhari Messe, Chiba, Jepang. Pameran ini merupakan ajang untuk mencari produk makanan dan minuman (mamin) baru bagi buyer Jepang dan internasional.

“Foodex ke-46 menjadi momentum bagi produk mamin Indonesia untuk mengambil kesempatan dan keuntungan dari hal tersebut, khususnya di tengah pandemi Covid-19.” Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam keterangan resminya, Rabu (10/3/2021)

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menyampaikan, Foodex menjadi ajang untuk meningkatkan penetrasi ekspor produk mamin Indonesia ke pasar Jepang. 

“Diharapkan melalui keikutsertaan pada pameran ini, produk mamin Indonesia semakin dikenal di Asia, khususnya Jepang dan mancanegara,” ujarnya.

Foodex merupakan salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di Asia. Pada 2019, Foodex diikuti lebih dari 3.000 peserta dengan jumlah pengunjung lebih dari 80.000 orang dari 94 negara. Namun, pada 2020, pameran tersebut tidak digelar karena pandemi Covid-19.

Pada Foodex 2021, Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 72m2 dan berada di hal 4. Paviliun ini hadir atas kerja sama Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional dengan Perwakilan dagang di Jepang (Atase Perdagangan Tokyo dan ITPC Osaka), Atase Pertanian, Bank Indonesia Cabang Tokyo, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta Pemerintah Provinsi Bali.

Pada gelaran tahun ini, sebanyak 13 perwakilan Indonesia turut berpartisipasi dalam Paviliun Indonesia. Perwakilan tersebut merupakan distributor merek makanan ternama di Indonesia seperti Mayora, Indofood, Fiesta, Kokita, ABC, Finna, Gaga, dan Sasa. 

Paviliun juga menampilkan beberapa produsen produk madu organik, buah-buahan, dan olahan kelapa.

Selain itu, Indonesia juga memberikan fasilitasi untuk produk dari usaha kecil dan menengah (UKM) binaan Kementerian Pertanian, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Produk UKM yang ditampilkan adalah cokelat organik, keripik, kopi, anggur tradisional, dan porang.

Kasan menambahkan, Pemerintah Jepang masih melarang warga negara asing untuk masuk ke Jepang. Untuk itu, partisipasi pada Foodex 2021 diprioritaskan kepada pelaku usaha yang telah memiliki perwakilan atau distributor di Jepang.

“Prioritas juga diberikan kepada pelaku usaha yang produknya memiliki prospek di Jepang dan bersedia mengirimkan contoh produk. Pada event ini disiapkan perangkat untuk perusahaan yang mengirimkan contoh produk agar dapat terkoneksi dengan buyer potensial selama pameran berlangsung,” tutup Kasan.

Jepang merupakan negara tujuan ekspor yang memiliki potensi pasar yang besar. Hal ini terlihat pada peningkatan nilai ekspor makanan olahan Indonesia ke Jepang selama lima tahun terakhir (2016—2020) sebesar 8,72 persen. Nilai ekspor makanan olahan Indonesia ke Jepang pada 2020 tercatat sebesar USD 211,7 juta dan menempatkan Indonesia sebagai eksportir ke-10 produk makanan olahan ke Jepang dengan pangsa pasar 1,77 persen. Produk utama makanan olahan ke Jepang di antaranya olahan udang, olahan ikan, olahan kepiting, biskuit, dan olahan buah-buahan. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD