"Risiko terhadap prospek tetap condong ke arah penurunan, dengan eskalasi baru di Timur Tengah, fragmentasi perdagangan, dan kemungkinan koreksi ekspektasi terkait teknologi sebagai ancaman utama, kata laporan tersebut, dilansir dari Anadolu Agency pada Kamis (9/7/2026).
Baca Juga:
Inflasi global diperkirakan naik menjadi 4,7 persen pada 2026 dari 4,1 persen di 2025, sebelum mereda menjadi 3,9 persen pada tahun depan. (Wahyu Dwi Anggoro)